Ini Penyebab Musim Kemarau di Indonesia Belum Merata
Cuaca secara umum sudah memasuki fase peralihan dari musim hujan menuju kemarau atau pancaroba.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Adapun, MJO adalah suatu gelombang atau osilasi non-seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari arah barat menuju timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari.
Fenomena tersebut memengaruhi kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
“Meskipun kontribusinya terhadap pembentukan awan hujan mulai menurun,” imbuh Andri.
Selain MJO, BMKG juga mendeteksi aktivitas gelombang atmosfer lain, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Low Frequency masih terpantau aktif dan diperkirakan berlanjut dalam sepekan ke depan.
Ketiga gelombang tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.
Faktor lain yang menyebabkan sebagian wilayah Indonesia masih diguyur hujan saat masa pancaroba adalah labilitas atmosfer skala lokal di wilayah selatan Indonesia turut memperkuat proses konvektif yang menyebabkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat.
Ada pula interaksi regional yang dipicu oleh front dingin dari Australia bagian selatan telah memicu pembentukan sirkulasi siklonik atau sistem tekanan rendah di selatan Indonesia.
Fenomena tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan durasi lebih lama dan cakupan wilayah yang luas.
“Mengingat atmosfer bersifat sangat dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di masa transisi seperti saat ini,” kata Andri.
“Meski beberapa wilayah di Sumatera dan Jawa masih berpotensi mengalami hujan berdurasi lama, hujan deras berdurasi singkat yang disertai petir, kilat, dan angin kencang masih mungkin terjadi secara tiba-tiba di berbagai daerah,” tambahnya.
(*/kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Sebut Musim Kemarau di Indonesia Belum Merata, Apa Penyebabnya?"
| Hadapi El Nino "Godzilla", BPBD Kulon Progo Antisipasi Krisis Air Bersih hingga Potensi Kebakaran |
|
|---|
| Kekeringan Mengintai, Belum Masuk Musim Kemarau, Pak Lurah Giripurwo Sudah Beli 2 Tangki Air Bersih |
|
|---|
| Hadapi Kemarau Kering, Pemkab Sleman Optimalkan Bantuan Sumur Bor dan Pompa Air |
|
|---|
| Prediksi Awal dan Puncak Musim Kemarau Menurut BMKG |
|
|---|
| Musim Kemarau di DIY Diprediksi Lebih Lama karena El-Nino, Sebabkan Suhu Udara Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/11-persen-dari-jumlah-Zona-Musim-Indonesia-memasuki-musim-kemarau.jpg)