Rangkuman Pengetahuan Umum
Mengapa Saat Cuaca Dingin dan Hujan Deras Sering Muncul Kabut? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena kabut yang muncul saat cuaca dingin dan hujan deras seringkali menjadi pemandangan yang tidak asing bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM – Fenomena kabut yang muncul saat cuaca dingin dan hujan deras seringkali menjadi pemandangan yang tidak asing bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya.
Kabut yang menyelimuti jalanan hingga perbukitan tidak hanya menciptakan suasana mistis dan indah, tetapi juga membawa dampak bagi aktivitas sehari-hari, terutama dalam hal keselamatan berkendara.
Lalu, mengapa cuaca dingin dan hujan deras bisa menyebabkan kabut muncul? Berikut penjelasan ilmiahnya yang mudah dipahami.
Baca juga: VIRAL Fenomena Kabut Tebal Selimuti Pakem Sleman di Siang Hari, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Apa Itu Kabut? Kabut, Si "Awan" di Permukaan Tanah
Kabut adalah kumpulan tetesan air sangat kecil yang tersuspensi di udara dan terbentuk di dekat permukaan tanah.
Pada dasarnya, kabut adalah bentuk awan yang muncul sangat rendah di atmosfer.
Kabut pada dasarnya adalah awan yang berada sangat dekat dengan permukaan tanah. Kabut terbentuk ketika udara di dekat permukaan mendingin hingga mencapai titik embun, yaitu suhu di mana uap air mulai mengembun menjadi tetesan air kecil yang melayang di udara.
Menurut informasi dari literatur meteorologi dan juga penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), uap air akan mengembun bila suhu cukup rendah dan kelembapan di udara tinggi. Inilah yang biasanya terjadi setelah hujan deras, terutama saat malam hari.
Ketika udara mencapai kondisi tertentu, uap air di udara akan mengembun menjadi butiran-butiran air kecil ini sehingga membentuk kabut.
Peran Suhu dan Titik Embun
Salah satu faktor utama pembentukan kabut adalah suhu udara yang mencapai titik embun.
Titik embun adalah suhu di mana udara yang mengandung uap air menjadi jenuh sehingga uap air mulai berubah bentuk menjadi tetesan air (kondensasi).
Dalam kondisi udara yang dingin, kemampuan udara menahan uap air menurun sehingga uap air mudah mengembun.
Saat udara mendingin hingga mencapai titik embun, uap air yang ada akan berubah menjadi butiran air kecil yang membentuk kabut.
Baca juga: VIRAL Dua Pusaran Angin Muncul di Pantai Gesing Gunungkidul, BMKG Jelaskan Fenomena Waterspout
Mengapa Hujan Deras Membantu Terbentuknya Kabut?
Saat hujan deras turun, banyak air hujan yang meresap ke tanah dan juga menguap dari permukaan tanah, tumbuhan, dan badan air di sekitar kita.
Proses penguapan ini menambah kelembapan udara secara signifikan.
Udara yang sangat lembap ini saat bersentuhan dengan suhu yang dingin akan membuat kondisi menjadi jenuh, sehingga memicu terbentuknya kabut.
kabut tebal
Kabut
hujan dan kabut
hujan deras
cuaca dingin
Rangkuman Pengetahuan Umum
TribunEvergreen
Tribunjogja.com
Berapa Lama Lalat Terbang dalam Sehari? Ini Penjelasan Ilmiahnya |
![]() |
---|
Mengapa Hari Anak Nasional Diperingati Setiap 23 Juli? Begini Sejarahnya |
![]() |
---|
21 Suku Terbesar di Indonesia: Asal Daerah, Ciri Khas, dan Keunikan Budaya Masing-Masing |
![]() |
---|
Penjelasan Lengkap Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin: Perbedaan, Ciri, dan Contohnya |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 2 : Pengertian, Ciri, Tujuan Teks Anekdot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.