Komisi D Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Kenakalan Remaja di Sleman

kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari aspek akademik semata, tetapi juga perlu menekankan pembentukan karakter peserta didik.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Istimewa
KUALITAS PENDIDIKAN : Ketua Komisi D, DPRD Sleman Arif Priyosusanto. Komisi D DPRD Kabupaten Sleman mendorong seluruh stakeholder untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka kenakalan remaja di Bumi Sembada 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketua Komisi D, DPRD Sleman Arif Priyosusanto mengatakan, kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari aspek akademik semata, tetapi juga perlu menekankan pembentukan karakter serta perilaku positif bagi peserta didik.

Ia menekankan bahwa kondisi sosial dan psikologis pelajar saat ini memerlukan perhatian serius.

Anggota fraksi Gerindra tersebut menyinggung fenomena tawuran pelajar, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial sebagai persoalan yang tidak bisa dianggap remeh. 

"Hal ini membutuhkan pendekatan kurikulum yang mampu membangun karakter, serta memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga," kata Arif saat nenggelar rapat kerja antara komisi D bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. 

Rapat yang digelar Rabu (14/5/2025) secara khusus membahas upaya peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus respons terhadap kenakalan remaja usia sekolah yang belakangan marak dan menjadi perhatian masyarakat. 

Rapat juga membahas isu strategis, antara lain menyangkut peningkatan kapasitas guru agar tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembina karakter siswa.

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Bantuan Rp 300 Ribu untuk Guru Honorer Non-ASN Cair Mulai Juli

Selain itu, turut disoroti pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan secara sosial. 

Peran layanan Bimbingan Konseling (BK) juga dianggap vital dalam mencegah kenakalan remaja.

Komisi D mendorong agar keberadaan guru BK tidak hanya bersifat administratif, melainkan menjadi garda depan dalam pembinaan siswa.

Selain itu, perlunya sinergi lintas instansi seperti Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan Kepolisian dalam upaya pembinaan remaja turut menjadi perhatian. 

Penguatan pendidikan moral berbasis nilai budaya lokal, serta peningkatan literasi digital juga disampaikan sebagai bagian dari strategi membentuk ketahanan mental pelajar di tengah era digital.

"Komisi D menilai bahwa program pendidikan karakter dan upaya pencegahan perundungan di sekolah harus diimplementasikan secara konkret. Bukan sekadar formalitas dalam dokumen kerja," kata Arif. 

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa Fraksi Gerindra akan terus mengawal kebijakan pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk generasi yang beretika, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

"Rapat kerja ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan anggaran maupun pengawasan terhadap pelaksanaan program Dinas Pendidikan, baik dalam tahun berjalan maupun periode selanjutnya," ujar dia.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved