Blokir Anggaran Pemerintah Dibuka, PHRI Kulon Progo: Oksigen Baru Sektor Perhotelan

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo, Sumantoyo menyambut baik kebijakan tersebut.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
DERETAN PERHOTELAN: Foto dok ilustrasi Deretan gedung hotel di sepanjang Jalan Nasional Wates-Purworejo, Kapanewon Temon, Kulon Progo, belum lama ini. PHRI Kulon Progo menyambut baik dibukanya blokir anggaran pemerintah sehingga diharapkan berdampak positif bagi perhotelan dan restoran. 

"Kalau dari manajemen sudah tidak kuat ya mau bagaimana lagi," kata Sumantoyo.

Mereka yang dirumahkan adalah karyawan berstatus honorer.

Sedangkan karyawan tetap mengalami pengurangan jam kerja dan karyawan kontrak yang sudah habis masa berlakunya tidak lagi diperpanjang.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo, Bambang Sutrisno mengaku belum menerima laporan terkait adanya pegawai hotel dan restoran yang dirumahkan.

Namun pihaknya akan mengecek kembali informasi terkait hal tersebut.

"Kami akan mengecek kebenaran informasi tersebut ke lapangan," kata Bambang melalui telepon.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved