Progres Penulisan Sejarah Ulang RI Sudah 70 Persen, Dipimpin Guru Besar UI Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Susanto Zuhdi ditunjuk menjadi Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI yang tengah dilakukan oleh pemerintah.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Buku Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA
Buku Sejarah Kelas 12 SMA 

Asal-usul nenek moyang serta percampuran budaya dengan dunia luar juga akan turut dimuat. 

"Jadi kita mencari asal-usul memberikan penggambaran ya identitas kita sebagai bangsa, sejak awal tadi itu sampai masa kontemporer, begitu," tuturnya.

Menurutnya, perjalanan jatuh bangun bangsa Indonesia juga akan dimuat dalam penulisan ulang sejarah RI ini.

"Ya kan pengalaman bangsa ini kan jatuh bangun ya kan, nggak ada yang bagus, yang buruk, ya sejarah itu kan cermin sebetulnya gitu, ya kita harus jujur dengan sejarah kita kalau kita mau maju, kita mau maju harus mempelajari sejarah kan, apapun sejarah yang pernah kita miliki gitu ya, ini kan bangsa yang cerdas, bangsa yang pandai mengambil pelajaran dari sejarah, bukan begitu," jelas Susanto.

"Ya nanti tunggu aja apa yang nggak akan kita tulis gitu," tegas Dosen di Fakultas Ilmu Budaya UI ini.

Diketahui, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan penulisan ulang sejarah Indonesia akan menghasilkan narasi versi terbaru yang bakal dirilis 17 Agustus 2025 nanti.

Fadli Zon menyebut pemerintah sedang menulis ulang sejarah nasional Indonesia dan sejarah periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Joko Widodo (Jokowi) akan dimasukkan ke versi terbaru nanti. 

"Ya, semua yang perlu di-update, kita update. Misalnya, periode terakhir itu periode sebelum Pak SBY kalau enggak salah. Nanti tentu ditambahkan," ujar Fadli Zon di Istana, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Menurut Fadli Zon, sejarah Indonesia perlu ditulis ulang karena sejarah nasional terakhir kali ditulis pada era sebelum Presiden SBY.

Maka dari itu, Fadli Zon ingin menambahkan kepemimpinan periode-periode setelahnya, termasuk sampai era Jokowi.

Dia memaparkan, penulisan ulang sejarah ini dilakukan dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, sejarah Indonesia terakhir kali ditulis pada tahun 2012 silam, sehingga sudah perlu ditambah lagi. "Kita akan update dan menambah beberapa jilid, tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada," ucapnya. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved