Progres Penulisan Sejarah Ulang RI Sudah 70 Persen, Dipimpin Guru Besar UI Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Susanto Zuhdi ditunjuk menjadi Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI yang tengah dilakukan oleh pemerintah.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Buku Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA
Buku Sejarah Kelas 12 SMA 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Susanto Zuhdi ditunjuk menjadi Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI yang tengah dilakukan oleh pemerintah.

Sementara jumlah tim yang terlibat dalam Tim Penulisan Ulang Sejarah RI hampir 120 orang yang terdiri dari para sejarahwan dan arkeolog.

Rencananya, buku sejarah ini akan dibuat dalam 10 jilid.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI Susanto Zuhdi mengatakan proses penulisan sejarah Indonesia ini sudah berjalan sekitar 5 bulan.

Program ini melibatkan ratusan sejarawan dan arkeolog.

"Betul, ada 113 atau 117 ya, hampir 120 lah," kata Susanto dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/5/2025). 

Menurut Susanto, program penulisan ulang sejarah Indonesia ini sudah berjalan sejak Januari lalu atau sudah berjalan selama 5 bulan.

Ahli di bidang sejarah maritim dan sejarah nasional ini mengungkapkan dirinya turut didampingi dua sejarawan lain menjadi editor umum di program tersebut.

Dua sejarawan tersebut yakni Guru Besar dari Universitas Diponegoro (Undip) Singgih Tri Sulistiyono dan Guru Besar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jajat Burhanuddin.

"Waktu bulan Januari itu kita merumuskan kerangka acuan, ya kami bertiga, kami ini editor umum, jadi tidak hanya saya sendiri, jadi sebetulnya ada editor umum, Prof Singgih Tri Sulistiyono, dari Undip itu, kemudian Prof Jajat Burhanuddin itu dari UIN Ciputat," ungkapnya.

"Jadi itu kami merumuskan kerangka acuannya, garis besarnya, kemudian diberikan ke 20 editor jilid, karena ada 10 jilid yang akan ditulis, nah itu mereka lalu merumuskan lagi, terus ya on going process, sampai sekarang ya sudah 60-70 persen," sambung Susanto.

Bukan hanya sejarawan, namun proses penulisan ulang sejarah RI juga melibatkan para arkeolog di Indonesia.

Kemudian, ia mengungkap, banyak sejarawan muda yang dilibatkan dalam program ini. 

"Bahkan itu tidak hanya sejarah ya, artinya arkeologi ya, karena kan periode-periode lama kan itu arkeolog yang berperan," ujarnya.

Susanto merincikan, dalam 10 jilid buku sejarah versi terbaru tersebut akan menjelaskan sejak periode prasejarah hingga era manusia kontemporer di Indonesia.

Sejumlah Wilayah di Irak jadi "Kota Mati"Akibat Badai Debu

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved