Sejumlah Wilayah di Irak jadi "Kota Mati"Akibat Badai Debu
Badai debu kembali melanda sebagian besar kota di bagian timur Irak pada Selasa (13/5/2025) kemarin.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Badai debu kembali melanda sebagian besar kota di bagian timur Irak pada Selasa (13/5/2025) kemarin.
Badai pasir yang datang secara tiba-tiba melumpuhkan aktifitas masyarakat.
Bahkan di sejumlah lokasi, ketebalan pasir membuat jarak pandang hingga o meter.
Badai yang melanda pada Selasa kemarin ini merupakan yang ketiga dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Sebelumnya, badai debu juga melanda Irak pada Senin (5/5/2025) dan Rabu (16/4/2025),
Pada 7 Mei, badai menyapu Baghdad, Fallujah, dan Ramadi, menyebabkan puluhan warga harus dilarikan ke rumah sakit karena gangguan pernapasan.
Lalu pada 16 April, badai lain menghantam Irak tengah dan selatan, memicu gangguan besar di Bandara Internasional Baghdad yang sempat menangguhkan semua penerbangan.
Pemerintah setempat pun langsung mengeluarkan peringatan darurat.
Direktorat Lalu Lintas di Provinsi Anbar mengimbau semua pengemudi untuk menurunkan kecepatan, menjaga jarak antar kendaraan, dan menghentikan kendaraan sepenuhnya di zona aman jika visibilitas tidak memungkinkan.
"Pengemudi harus menghindari penggunaan lampu sorot rendah dan segera menyalakan lampu hazard bila harus berhenti," bunyi pernyataan resmi direktorat, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: KA Argo Wilis Dilempari Lumpur, Daop 6 Jogja: Stop Vandalisme Sekarang Juga
Sementara itu peneliti iklim dari Universitas Basra, Dr Ammar Al-Jabouri, The National News mengatakan badai debu yang melanda Irak ini masuk kategori bukan kejadian luar biasa lagi.
Menurutnya, badai pasir ini sudah menjadi pola.
"Fenomena ini bukan lagi kejadian luar biasa, tapi semakin menjadi pola,” ujar Dr Ammar Al-Jabouri, peneliti iklim dari Universitas Basra, kepada The National News.
Menurutnya, badai debu yang lebih sering dan lebih kuat merupakan gejala langsung dari perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang parah.
Green Iraq Observatory, sebuah organisasi lingkungan independen, mencatat bahwa Irak kini kehilangan hampir 1 juta dolar per hari akibat badai debu yang berulang.
| Kata Ketua Badan Tim Nasional soal 6 Pemain Dicoret Jelang Timnas Indonesia Lawan Irak |
|
|---|
| Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Irak Dinihari Nanti |
|
|---|
| Kabar Gembira Jelang Laga Indonesia vs Irak, Verdonk dan Ole Siap Diturunkan |
|
|---|
| Jelang Laga Lawan Indonesia, Irak Panggil Striker Baru, Ini Sosoknya |
|
|---|
| Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia Usai Kalah dari Arab Saudi, Asa Terakhir Skuat Garuda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-Wilayah-di-Irak-jadi-Kota-MatiAkibat-Badai-Debu.jpg)