Faktor Cuaca Ekstrem Pengaruhi Peningkatan Pengangguran Terbuka di Gunungkidul
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase angka TPT Kabupaten Gunungkidul pada 2024 mencapai 2,16 persen.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase angka TPT Kabupaten Gunungkidul pada 2024 mencapai 2,16 persen.
Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan pada 2023 sebesar 2,09 persen, dan pada 2022 sebesar 2,08 persen.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, menuturkan meningkatnya angka pengangguran terbuka dikarenakan faktor cuaca ekstrem yang melanda Gunungkidul belakangan ini.
Di mana, tahun lalu wilayah ini dilanda kekeringan parah akibat kemarau panjang. Hal ini membuat sektor pertanian menjadi lumpuh.
"Mayoritas masyarakat kita adalah petani. Ketika, terjadi kekeringan parah para petani tidak bisa menggarap lahannya secara maksimal. Alhasil, banyak petani yang tidak bekerja, sehingga mereka dihitung dalam kelompok pengangguran terbuka tadi," tuturnya saat dikonfirmasi pada Kamis (8/5/2025).
Dia melanjutkan faktor lain penyebab meningkatnya pengangguran terbuka ialah menurunnya permintaan sektor jasa.
Sehingga, membuat terjadinya ketimpangan antara jumlah lowongan kerja dengan jumlah pencari kerja.
"Kalau permintaan produksi berkurang atau menurun praktis terjadi pengurangan lapangan kerja, maka dengan berkurangnya lapangan pekerjaan ini membuat penyerapan tenaga kerja juga stagnan," bebernya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya dan strategi untuk mengentaskan masalah pengangguran di wilayahnya.
Di antaranya, menyalurkan pekerja yang mengalami PHK ke sejumlah lowongan kerja yang ada.
Selain itu, beberapa pelatihan kerja juga dapat diikuti para calon pekerja untuk meningkatkan kapasitasnya.
Serta, meningkatkan jenis pelatihan yang ada, agar calon pekerja mempunyai berbagai kemampuan yang dapat menunjang kinerja.
Beberapa pelatihan yang akan digelar tahun depan antara lain, pelatihan kewirausahaan.
"Dan, rencananya dalam waktu dekat ini kami akan menggelar Job Fair yang melibatkan ratusan perusahaan. Harapannya, ini bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran," tandasnya. (*)
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
| Imbas Dexlite Meroket, Bus Sekolah Gunungkidul Tak Lagi Layani Jemputan Pulang |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban di Gunungkidul Mulai Bergerak Naik, Pasokan Dipastikan Surplus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)