Kisah Inspiratif
Cerita Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMP 2025, Kampanye Soal Ini
Kick Bullying Out adalah kampanye kolaboratif seluruh warga SMPN 2 Klaten untuk bersama-sama memerangi atau menjauhkan diri
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
"Itu disimbolkan dengan menuliskan semua jenis-jenis bullying yang diketahui siswa di setiap kelas pada sebuah bola. Baik itu jenis bullying yang pernah mereka lihat, dengar, alami, atau bahkan dilakukan," tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, bola sepak itu secara bersama-sama ditendang ke tempat keranjang sampah raksasa dan diiringi oleh suporter.
Tonang menyebut, peserta atau siswa yang tidak menendang bola, kala itu bertindak sebagai suporter.
Seperti halnya pertandingan sepakbola, mereka ada yang bertugas sebagai pemain bola dan pendukung.
Lewat permainan sepakbola itu menjadi simbol bahwa bullying harus dibuang jauh dari SMPN 2 Klaten.
kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten dan Komite Sekolah.
"Adapun saat ini, kami memiliki program-program untuk mendukung aksi anti perundungan. Termasuk kami meluncurkan kanal lapor bernama Protect Me. Jadi setiap siswa yang merasa mendapatkan perundundungan bisa melapor lewat kanal itu, bisa WA," paparnya.
"Identitas pelapor dijaga dan dirahasiakan. Lewat kanal itu, tim pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di satuan pendidikan (TP2KS) akan menindaklanjuti sesuai SOP. Alhamdulillah cukup efektif," tandasnya. (Tribunjogja.com/drm)
Baca Buku Bonus Sayur, Cara Karang Taruna Margoyoso Magelang Kerek Minat Baca |
![]() |
---|
Cerita Anak Bintara Brimob Polda DIY Raih Adhi Makayasa AAU 2025 |
![]() |
---|
Dari Enceng Gondok Jadi Peluang Kerja: Cerita Aiptu Sukirja Rintis Usaha Kerajinan |
![]() |
---|
Kisah Percetakan di Kulon Progo Cetak hingga 10 Juta Amplop Saat Lebaran |
![]() |
---|
KISAH Ming Sumampow Buka AMCO Bakaheouse ke-3 di Jogja, Bermula dari Roti Kroisan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.