Kisah Inspiratif

Cerita Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMP 2025, Kampanye Soal Ini

Kick Bullying Out adalah kampanye kolaboratif seluruh warga SMPN 2 Klaten untuk bersama-sama memerangi atau menjauhkan diri

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
JUARA: Kepala Sekolah SMPN 2 Klaten, Tonang Juniarta, menunjukkan piala Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMP di Kabupaten Klaten 2025, Jumat (2/5/2025). 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Klaten berlangsung meriah dengan penyerahan penghargaan kepada siswa, guru, dan kepala sekolah berprestasi tingkat TK, SD, SMP di Bumi Bersinar. 

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, usai kegiatan upacara peringatan Hardiknas 2025 di Alun-alun Klaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (2/5/2025). 

Setidaknya ada sebanyak 24 orang mulai siswa, guru, dan kepala sekolah yang mendapatkan penghargaan berprestasi itu. 

Salah satu penerimanya adalah Kepala Sekolah SMPN 2 Klaten, Tonang Juniarta. 

Ia mendapatkan Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMP Tahun 2025. 

Tonang mengungkapkan, pemilihan lomba itu telah melewati rangkaian panjang proses seleksi, mulai administrasi, tes tertulis, pengetahuan, hingga wawancara. 

Selain itu, para peserta lomba juga harus membuat karya ilmiah hasil dari implementasi praktek baik di sekolah (best practice). 

"Kebetulan saya mengangkat praktek baik mengenai kampanye secara besar-besaran terkait anti perundungan atau anti bullying di SMP Negera 2 Klaten. Saya mengangkat terkait kick bullying out," ucap Tonang kepada Tribunjogja.com, Jumat (2/5/2025). 

Ia menjelaskan, Kick Bullying Out adalah kampanye kolaboratif seluruh warga SMPN 2 Klaten untuk bersama-sama memerangi atau menjauhkan diri dari aksi perundungan. 

Kampanye tersebut diterapkan Tonang pada 2024 ketika mulai diangkat menjadi Kepala Sekolah SMPN 2 Klaten.

"Jadi itu keterlibatan warga sekolah yang pertama kali di Indonesia. Karena belum pernah ada kampanye Kick Bullying Out. Maka kemarin diapresiasi sebagai Juara 1, salah satunya karena inovasi Kick Bullying Out itu," jelasnya.

Aksi kampanye Kick Bullying Out itu dilakukan secara masif oleh seluruh warga SMPN 2 Klaten dengan menggunakan metode bola sepak. 

Dijelaskan, sesuai namanya Kick Bullying Out dimaksudkan agar bisa menendang keluar semua praktek perundungan dari SMPN 2 Klaten

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved