Mengapa Haji Mandiri Berisiko Besar? Ini Alasannya
Pemerintah Arab Saudi kini semakin tegas dalam pengawasan. Penggunaan visa nonhaji untuk keperluan ibadah tidak lagi ditoleransi.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Jalur Resmi
Ketua Pelaksana Haji Khusus Sahid Tour, Nurhadi Putranto mengatakan, dengan tingginya risiko haji mandiri, calon peserta haji dianjurkan untuk mengikuti jalur resmi yang sudah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, itu merupakan langkah paling aman dan bijak.
“Lebih baik menunggu dan berangkat sesuai aturan, daripada mengambil risiko yang bisa menggagalkan ibadah dan membahayakan keselamatan diri,” beber dia.
Seperti tahun ini, Sahid Tour bakal memberangkatkan 228 calon jamaah yang didampingi oleh 15 petugas haji.
Adapun biaya yang dibutuhkan per jamaah mencapai sekitar Rp300 juta, lengkap dengan pembekalan manasik kesehatan, alat pelindung diri, serta pendampingan medis.
“Kami menyediakan dua pilihan paket, termasuk paket ekonomis untuk jamaah yang sempat tertunda pelunasan. Meski terjangkau, semuanya tetap melalui prosedur resmi dan menggunakan visa haji yang sah,” katanya. (*)
| Kehadiran Embarkasi Haji Diklaim Belum Dongkrak Industri Perhotelan di Kulon Progo |
|
|---|
| 13 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penyelenggaran Haji Ilegal |
|
|---|
| Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci, Telkomsel Hadir Temani Koneksi Jamaah Haji |
|
|---|
| Tiga Jemaah Haji Nonprosedural Hendak Keluar Negeri Lewat YIA, Berhasil Dicegah Satgas |
|
|---|
| Jangan Bingung, Ini Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah Selama Musim Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Haji-Mandiri-lebih-berisiko.jpg)