Mengapa Haji Mandiri Berisiko Besar? Ini Alasannya

Pemerintah Arab Saudi kini semakin tegas dalam pengawasan. Penggunaan visa nonhaji untuk keperluan ibadah tidak lagi ditoleransi.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
HAJI MANDIRI - Sahid Tour menjelaskan tentang alasan haji mandiri berisiko besar ketimbang mengikuti jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah, Rabu (20/4/2025) di Sahid Raya Hotel and Convention Center 

Jalur Resmi

Ketua Pelaksana Haji Khusus Sahid Tour, Nurhadi Putranto mengatakan, dengan tingginya risiko haji mandiri, calon peserta haji dianjurkan untuk mengikuti jalur resmi yang sudah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, itu merupakan langkah paling aman dan bijak.

“Lebih baik menunggu dan berangkat sesuai aturan, daripada mengambil risiko yang bisa menggagalkan ibadah dan membahayakan keselamatan diri,” beber dia.

Seperti tahun ini, Sahid Tour bakal memberangkatkan 228 calon jamaah yang didampingi oleh 15 petugas haji.

Adapun biaya yang dibutuhkan per jamaah mencapai sekitar Rp300 juta, lengkap dengan pembekalan manasik kesehatan, alat pelindung diri, serta pendampingan medis.

“Kami menyediakan dua pilihan paket, termasuk paket ekonomis untuk jamaah yang sempat tertunda pelunasan. Meski terjangkau, semuanya tetap melalui prosedur resmi dan menggunakan visa haji yang sah,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved