Harga Kedelai Naik, Ukuran Tempe Mengecil, Tahu Ikutan Menyusut
Tri Harjono, Ketua Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DIY, menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak terjadi secara mendadak.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Harga kedelai di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melonjak.
Dari yang sebelumnya Rp 8.600 per kilogram, kini sudah menyentuh angka Rp 10.100.
Bagi masyarakat umum, ini mungkin hanya statistik.
Tapi bagi ribuan perajin tahu dan tempe rumahan, angka ini berarti perubahan besar: ukuran harus dikurangi, untung jadi lebih tipis, daya tahan terus diuji.
Tri Harjono, Ketua Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DIY, menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak terjadi secara mendadak.
Kenaikan berlangsung secara bertahap sejak beberapa waktu lalu, bahkan sejak kebijakan tarif resiprokal era Presiden AS Donald Trump diberlakukan.
“Kenaikan bertahap, sejak kebijakan Trump itu. Naik dari Rp100, paling banyak Rp200 per kenaikan, nggak tiba-tiba melonjak dari Rp 8.600 jadi Rp 10.100,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Senin (28/04/2025).
Namun meski pelan, akumulasi kenaikan tetap menyakitkan bagi perajin.
Baca juga: 135 Kardinal Siap Pilih Paus Baru, Konklaf Dimulai 7 Mei di Kapel Sistina
Menurut Tri, sebagian besar perajin tahu tempe di DIY mulai keberatan, karena harga ideal kedelai selama ini berkisar di angka Rp 9.000 per kilogram.
Masih produksi, tapi strategi diubah.
Alih-alih menaikkan harga jual, perajin memilih untuk memperkecil ukuran tahu dan tempe.
“Perajin masih produksi, karena masih bisa diterima. Tapi ukurannya dikurangi. Harganya tetap, cuma ukuran diperkecil. Belum sampai menaikkan harga jual,” katanya.
Sutiman, perajin tempe dari Sleman, merasakan dampak yang sama.
Ia mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi setelah Lebaran 2025. Kini, harga kedelai yang ia beli sudah mencapai Rp 10.200 per kilogram, naik Rp 1.200 dari sebelumnya Rp 9.000.
Sebagai pelaku industri rumah tangga, ia hanya memproduksi sekitar 40 hingga 50 kilogram tempe per hari.
| Resep Tempe Salted Egg untuk Lauk Makan yang Tak Biasa |
|
|---|
| Beda dari Postingan, Menu MBG di SMK Negeri 3 Kasihan Tuai Keluhan |
|
|---|
| Datang ke Magelang, SBY Lepas Rindu dengan Menyantap Kupat Tahu Pojok |
|
|---|
| 4 Makanan Khas Kulon Progo yang Jarang Dijumpai di Kota Lain |
|
|---|
| 6 Lauk Nasi Liwet Khas Sunda yang Wajib Ada, Buat Makan Bareng Makin Nikmat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Indonesia-Ajukan-Tempe-Teater-Mak-Yong-dan-Jaranan-ke-UNESCO.jpg)