Rangkuman Pengetahuan Umum

Ciri-Ciri Puisi Rakyat dan Kaidah Kebahasaannya: Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya

Puisi ini sering disebut juga sebagai puisi lama karena sudah ada sejak zaman dahulu sebelum berkembangnya puisi modern atau puisi baru.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Youtube @Dinas Dikpora Kab. Magetan
ILUSTRASI : Ciri-Ciri Puisi Rakyat dan Kaidah Kebahasaannya: Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Apa itu puisi rakyat? Apa saja ciri-ciri puisi rakyat dan kaidah kebahasaannya?

Yuk, pelajari materi Bahasa Indonesia ini secara lengkap dan mudah dipahami!

Puisi rakyat adalah bagian dari kekayaan sastra Indonesia yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat.

Puisi ini sering disebut juga sebagai puisi lama karena sudah ada sejak zaman dahulu sebelum berkembangnya puisi modern atau puisi baru.

 
Pengertian Puisi Rakyat

Puisi rakyat adalah jenis puisi lama yang disampaikan secara lisan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena berasal dari tradisi lisan, puisi ini sering tidak diketahui siapa pengarangnya. 

Meski sederhana, puisi rakyat sarat akan nilai moral, ajaran hidup, dan petuah yang berlaku dalam masyarakat.

Baca juga: Kunci Jawaban Worksheet 5.16 Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 311 Kurikulum Merdek

 
Jenis-Jenis Puisi Rakyat

Sebelum masuk ke ciri-ciri dan kaidah kebahasaannya, kamu perlu tahu beberapa jenis puisi rakyat berikut:

Pantun – Terdiri dari empat baris, bersajak a-b-a-b, dan mengandung sampiran serta isi.

Gurindam – Terdiri dari dua baris, berisi nasihat atau petuah, bersajak a-a.

Syair – Tiap bait terdiri dari empat baris, semua baris berisi isi, bersajak a-a-a-a.

Mantra – Puisi rakyat yang digunakan dalam upacara adat atau ritual spiritual.

Talibun – Mirip pantun, tapi terdiri dari enam, delapan, atau sepuluh baris.

Seloka – Berisi sindiran atau kritik sosial dalam bentuk pantun berkait.

Karmina – Pantun kilat atau pantun dua baris yang bersifat sindiran.
 
Ciri-Ciri Puisi Rakyat

Berikut adalah ciri-ciri utama puisi rakyat yang membedakannya dari puisi modern:

1. Disampaikan Secara Lisan

Puisi rakyat berkembang sebagai bagian dari sastra lisan. Dulu, puisi ini disampaikan dari mulut ke mulut, bukan ditulis atau dicetak.

2. Terikat oleh Aturan

Ciri khas puisi rakyat adalah terikat oleh aturan tertentu, seperti:

Jumlah larik dalam setiap bait
Jumlah suku kata per baris
Pola rima atau sajak
Irama dan pengulangan bunyi

3. Anonim (Tanpa Nama Pengarang)

Sebagian besar puisi rakyat tidak diketahui siapa penulisnya karena diturunkan secara kolektif dari generasi ke generasi.

4. Mengandung Majas atau Gaya Bahasa

Puisi rakyat banyak menggunakan gaya bahasa seperti:

Metafora (perumpamaan)
Personifikasi (penghidupan benda mati)
Hiperbola (melebih-lebihkan sesuatu)
 
Kaidah Kebahasaan Puisi Rakyat

Selain bentuknya, puisi rakyat juga memiliki kaidah kebahasaan yang khas. Ini dia penjelasannya:

1. Kalimat Tunggal dan Majemuk

Puisi rakyat menggunakan kalimat tunggal (satu gagasan utama) dan kalimat majemuk (lebih dari satu gagasan, biasanya terdiri dari induk dan anak kalimat).

2. Kalimat Perintah, Ajakan, Larangan, dan Pernyataan

Karena mengandung nasihat, puisi rakyat sering menggunakan:

Kalimat perintah (contoh: Dengarkanlah nasihat orang tua!)
Kalimat ajakan (contoh: Marilah kita jaga bumi bersama.)
Kalimat larangan (contoh: Janganlah engkau berbuat curang.)
Kalimat pernyataan (contoh: Hidup tanpa ilmu seperti malam tanpa cahaya.)

3. Menggunakan Kalimat Larangan

Kalimat larangan bertujuan mencegah seseorang melakukan sesuatu. Umumnya ditandai dengan kata-kata seperti:

Janganlah...
Hindarilah...
Tak pantas...

4. Menggunakan Kata-Kata Arkais

Kata arkais adalah kata kuno yang sudah jarang digunakan di masa sekarang, misalnya:

Adinda (adik)
Kanda (kakak)
Beta (aku)
Permai (indah)

Penggunaan kata arkais memperkuat nuansa tradisional dalam puisi rakyat.

 
Contoh Singkat Puisi Rakyat

Berikut contoh pantun yang menunjukkan ciri-ciri dan kaidah kebahasaan puisi rakyat:

Buah manggis buah rambutan,
Dimakan sambil duduk bersila.
Hormatilah kedua orangtua,
Agar hidupmu jadi bahagia.

Bersajak a-b-a-b
Mengandung nasihat (kalimat perintah)
Bahasa sederhana dan mudah diingat

Puisi rakyat adalah warisan sastra yang sangat berharga. Ciri-ciri seperti anonim, terikat oleh aturan, dan menggunakan bahasa yang khas membuat puisi rakyat berbeda dari puisi modern.

Ditambah lagi, penggunaan kaidah kebahasaan seperti kalimat perintah, larangan, dan kata arkais membuat puisi rakyat memiliki daya tarik tersendiri.

Dengan memahami materi ini, kamu bukan hanya bisa mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia dengan baik, tapi juga ikut melestarikan budaya sastra Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved