Terlibat Pendakian Ilegal Gunung Merapi, Anggota Mapala Surakarta Terancam Sanksi Blacklist
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) telah mendatangi kampus dan melayangkan surat pemanggilan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Padahal aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih sangat tinggi, sehingga sangat berbahaya untuk aktifitas pendakian.
Sebab, rekomendasi BPPTKG menyebutkan lontaran material vulkanis apabila terjadi erupsi bisa mencapai 3 kilometer dari puncak.
Sedangkan pasar Bubrah, jaraknya kurang dari satu kilometer dari puncak Gunung Merapi.
"Sebagai gambaran, kejadian tahun 2014 (erupsi) freatik, lontaran materialnya sampai merusak beberapa peralatan BPPTKG. Kemudian erupsi freatik tahun 2018, ada sekira 160 pendaki. Tapi Alhamdulilah, arahnya ke atas dan sedikit ke utara, tidak ada yang mengarah ke pasar Bubrah," katanya.
Jika erupsi mengarah ke pasar Bubrah maka Ia memastikan seluruh pendaki di area tersebut bakal tidak terselamatkan.
Itulah mengapa aktivitas pendakian di Gunung Merapi hingga saat ini masih ditutup, karena masih sangat berbahaya.(*)
Update Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 28 Agustus 2025: Tercatat 25 Kali Gempa Guguran |
![]() |
---|
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,6 Km ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 21 Agustus 2025: Teramati 8 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Aktivitas Gunung Merapi, Rabu 20 Agustus 2025: Teramati Ada 6 Kali Guguran Lava |
![]() |
---|
Krisis Air Bersih Empat Desa Lereng Gunung Merapi Wilayah Klaten |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.