Rangkuman Pengetahuan Umum

Rangkuman Materi Biologi, Kelas 12, Bab 2, Bagian C: Pembelahan Sel 

pembelahan sel pada makhluk hidup terjadi melalui dua cara, yaitu mitosis dan meiosis. 

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Materi Biologi kelas 12, bab 2, Genetik dan Pewarisan Sifat 

- Nukleus dan nukleolus terlihat jelas, kromosom pada sel tidak terlihat karena masih dalam bentuk kromatin.

b. Profase I 

- Kromatin menebal dan berubah menjadi kromosom. 

- Kromosom tersebut terdiri dari 2 kromatid. 

- Kromosom tersebut kemudian saling berpasangan dengan homolognya. 

- Pasangan kromosom homolog pada posisi ini disebut sinapsis. 

- Karena posisinya yang saling berdekatan antara dua kromatin memungkinkan terjadinya pindah silang. Selanjutnya membran inti mulai menghilang.

c. Metafase I

- Kromosom homolog mulai bersusun sedemikian rupa di bagian tengah atau ekuator dengan posisi berpasangan. 

- Serat spindel menempel pada dua sentromer di masing-masing kromosom homolog.

d. Anafase I

- Masing-masing kromosom homolog akan bergerak menuju kutub yang berlawanan akibat adanya tarikan dari benang gelendong. 

Dengan terpisahnya kedua kromosom homolog ini, maka pada tahap selanjutnya yaitu telophase I, jumlah kromosom telah menjadi setengah dari kromosom induk.

e. Metafase I dan Sitokinesis 

- Membran inti mulai terbentuk kembali dan terjadi proses sitokinesis dimana sitoplasma dari satu sel membelah menjadi dua sel anak dengan kromosom haploid atau setengah dari kromosom induk (n).

f. Interkinesis 

Interkinesis 
Ilustrasi Interkinesis 

g. Profase II  

- Profase II ini, sentrosom membelah menjadi 2 sentriol yang akan bergerak ke kutub yang berlawanan.

- kromosom akan mulai memendek dan menebal diikuti dengan menghilangnya membran inti sel. 

- Pada tahap ini mulai terbentuk benang-benang spindel.

h. Metafase II 

- Kromosom mulai tersusun rapi pada bidang ekuator. 

- Dengan susunan seperti pada metaphase mitosis. 

- Mulai tersusun benang-benang spindel yang salah satu ujungnya melekat pada sentromer, ujung lainnya melekat pada kutub yang berlawanan.

i. Anafase II 

- Terjadi pemisahan kromatid. 

- Kromatid ditarik menuju kutub yang berlawanan, Selanjutnya kromatid yang sudah dipisah ini disebut sebagai kromosom. 

j. Telofase II dan Sitokinesis

- Benang-benang spindel menghilang dan membran inti mulai terlihat. 

- Hasil dari proses akhir ini adalah 4 sel anak, yang masing-masing memiliki separuh jumlah kromosom sel induknya.

4. Gametogenesis

Dalam proses meiosis terjadi pembentukan gamet atau gametogenesis. 

Gametogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan sel germinal diploid (2n) menjadi sel kelamin (ovum dan spermatozoa) haploid (n). 

Proses pembentukan ovum disebut dengan oogenesis dan proses spermatozoa disebut dengan spermatogenesis. 

Spermatogenesis adalah proses di mana sel-sel germinal primer jantan mengalami pembelahan dan menghasilkan sejumlah sel yang disebut spermatogonium. 

Selanjutnya, spermatogonium (diploid/2n) berdiferensiasi menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid (2n). 

Setiap spermatosit primer (2n) akan membelah menjadi dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n) melalui meiosis I. 

Masing-masing spermatosit sekunder kemudian membelah menjadi 2 spermatid (n) melalui meiosis II. 

Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi spermatozoa matang haploid (n) dan dikenal sebagai sel sperma.

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur. 

Sel induk telur yang dikenal dengan oogonium (2n) menjadi besar sebelum membelah secara meiosis. 

Sel ini disebut oosit primer (2n). 

Sel oosit primer jauh lebih besar dibandingkan spermatosit primer karena mengandung komponen sitoplasmik lebih banyak. 

Oosit primer membelah menjadi dua oosit sekunder melalui meiosis I. 

Satu oosit sekunder (n) akan melakukan meiosis II dan menghasilkan satu sel telur fungsional dan satu badan kutub yang berdegenerasi. 

Satu sel oosit sekunder lain yang berukuran lebih kecil akan mengalami degenerasi (mati).

Dengan demikian, oogenesis menghasilkan empat sel haploid (n), hanya ada satu sel fungsional dan tiga lainnya berdegenerasi. 

Itulah penjelasan tentang pembelahan sel. 

Selamat belajar! ( MG BENEDICTA FAYOLA ) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved