Memaafkan

Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. 

Tayang:
Editor: ribut raharjo
Istimewa
dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ 

Tangan akan terasa kram. Apalagi berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. 

Energi fisik dan psikologis kita akan terkuras habis. Berbeda halnya jika anda meletakkan beban tersebut, maka tangan anda akan bebas dari beban dan bisa anda gunakan untuk aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat dan membuat anda bahagia. Maka apa sulitnya meletakkan beban tersebut?

Tapi dia telah begitu kejam, tapi dia telah begitu menyakiti hati saya, enak sekali mendapatkan maaf dari saya. 

Begitulah narasi-narasi yang berputar-putar di otak kita, menahan diri kita dari memaafkan orang lain. 
Apa yang membuat kita sulit memaafkan kesalahan orang lain? Karena kita terus menerus mengingat kejadian di masa lalu. Padahal hidup terus berputar. 

Eleanor Roosevelt, istri Presiden AS Franklin D. Roosevelt, mengatakan “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present.” Hari yang Anda jalani saat ini, saat anda membaca artikel ini, adalah hadiah dari Tuhan Semesta Alam untuk Anda.

Masa lalu hanya sekedar memori, masa yang akan datang juga penuh misteri, satu-satunya hal yang nyata adalah masa kini (present moment). Rayakan masa kini dan hadiahi diri Anda sendiri dengan memaafkan, yaitu meletakkan beban yang selama ini Anda bawa, melepaskan keterikatan dengan masa lalu yang hanya sekedar memori, dan masa yang akan datang yang masih berupa misteri. Maafkan diri Anda sendiri, maafkan mereka yang menyakiti Anda. 

Memaafkan berarti menghargai diri sendiri dengan mengosongkan ruang di dalam kehidupan kita, sehingga hal-hal baik dapat datang mengisi kehidupan kita.

Ibaratnya, jika rumah anda penuh dengan barang-barang bekas, kursi yang sudah usang, lemari tua, buku-buku yang rusak, atau pakaian-pakaian lama yang memenuhi lemari, tentu rumah anda akan terasa sesak dan sumpek.

Bagaimana anda bisa memasukkan satu set sofa baru? Atau lemari cantik dan pakaian-pakaian baru? 

Tentu anda harus mengosongkan dulu sehingga ada ruang untuk barang-barang baru tersebut. 

Jadi, kebahagiaan akan sulit masuk dalam kehidupan anda jika anda penuh dengan amarah dan dendam. Percayalah bahwa hal-hal baik akan datang setelah anda memaafkan orang lain, entah itu orang tua, saudara, teman, pasangan, anak, atau bahkan diri sendiri. 

Islam pun mengajarkan untuk mudah memaafkan orang lain. Memaafkan merupakan sifat terpuji dan bagian dari akhlak mulia yang telah diperintahkan oleh Allah ‘azza wa jalla pada para nabi serta hamba -Nya. Betapa banyak ayat Alquran yang memerintahkan kita untuk mudah memaafkan.

“Maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali Imran : 133-134)

Memaafkan adalah bentuk self love yang memberi dampak positif yang luar biasa pada kehidupan.

Bukan hanya menyembuhkan luka hati, anda juga akan menjadi pribadi yang lebih berdamai dengan kehidupan.

Anda dapat menciptakan ruang bagi kebahagiaan dan ketenangan dalam kehidupan anda. Inilah hadiah terbaik yang bisa anda berikan pada diri anda sendiri di hari yang penuh berkah ini. 

Selamat Idul Fitri, semoga kita semua diberkahi dengan hati yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved