Tips Seimbangkan Kuliah, Karier, dan Dakwah ala Salasi Wasis Widyanto

Salasi Wasis Widyanto, alumni MeTSi Fakultas Teknik UGM , berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dengan IPK nyaris sempurna (3,97)

Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Salasi Wasis Widyanto alumnus Magsiter Teknis Sistem Fakultas Teknik UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang dituntut membagi waktu antara berbagai tanggung jawab. 

Salah satunya adalah mereka yang menjalani peran gandasebagai mahasiswa, pekerja, sekaligus penuntut dan pengajar ilmu agama. Beban yang berat, namun penuh makna.

Bagi sebagian orang, mengejar pendidikan tinggi adalah impian yang harus diraih meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Tidak hanya membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, ada pula yang mendedikasikan sebagian waktunya untuk belajar dan menyebarkan ilmu agama.

Inilah perjalanan penuh tantangan, di mana setiap langkah memerlukan pengorbanan.

Seorang mahasiswa yang juga bekerja penuh waktu dan aktif berdakwah menggambarkan betapa padatnya jadwal harian yang harus dijalani.

Pagi hari dimulai dengan menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan di kantor.

Di sela kesibukan, ia menyempatkan diri mempelajari materi kuliah, mengerjakan tugas, atau mengikuti kelas daring. 

Sore, malam, atau hari libur bukanlah waktu untuk beristirahat, melainkan kesempatan berbagi ilmu agama kepada jamaah.

Baca juga: Alumni Magister Teknik Biomedis SPs UGM Ini Berinovasi Kembangkan Prototipe Teknologi Kesehatan

Tidak mudah membagi waktu antara tiga peran ini, terutama bagi mahasiswa izin belajar yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan seperti mahasiswa tugas belajar.

Ada kalanya fisik terasa lelah, tetapi keyakinan bahwa semua ini adalah bagian dari perjuangan menuntut ilmu dan berbagi manfaat menjadi penyemangat.

Salasi Wasis Widyanto, alumni MeTSi Fakultas Teknik UGM , berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dengan IPK nyaris sempurna (3,97), meski harus menyeimbangkan tuntutan karier sebagai periset BRIN dan aktivitas dakwah di lingkungannya.

Kunci utamanya adalah manajemen waktu yang disiplin.

Membuat jadwal harian, memprioritaskan tugas mendesak, dan memanfaatkan waktu luang secara produktif menjadi strategi yang dipegang teguh.

Selain itu, bekal spiritual dan dukungan dari orang terdekat juga memegang peranan penting.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved