Pertamax vs Pertalite:  Ini Bahan Bakar Ideal Untuk Perjalanan Mudik Lebaran Kata Pengguna

Pengguna Pertamax dan Pertalite berbagi pengalaman mereka saat mengisi bahan bakar di SPBU Ambarketawang, Gamping, Sleman

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Istimewa
SPBU Ambarketawang, Gamping, Sleman 

“Kalau saya bandingkan dengan Pertalite, Pertamax lebih irit lebih enak untuk mesin tarikannya lebih enteng,” katanya.

Dari pantauan Tribun Jogja, banyak pengemudi baik roda empat maupun roda dua yang memilih Pertamax ketimbang pertalite dengan alasan yang hampir sama.

Keunggulan Pertamax

Meski pada akhirnya pilihan dikembalikan kepada konsumen, tetapi bila dikomparasikan, pertamax sebetulnya memiliki sejumlah keunggulan dibanding pertalite. 

Pakar Energi dari Pusat Studi Energi UGM, Prof Karna Wijaya, menyebut penggunaan bahan bakar pertamax untuk kendaraan pribadi sebetulnya banyak sisi positifnya, terutama bagi lingkungan, pembangunan dan mesin.

Pertamax merupakan campuran antara etanol 5 persen dengan bensin premium 95 persen.

Pertamax memiliki kelebihan dari bensin premium biasa yakni angka oktannya yang lebih tinggi dan emisinya lebih rendah daripada premium.

Hal ini membuat mesin kendaraan dapat bekerja lebih efisien dan menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Dengan menggunakan Pertamax, kendaraan dapat memiliki akselerasi yang lebih cepat dan responsif.

Hal ini membuat kendaraan lebih nyaman dan menyenangkan untuk dikendarai.

Pertamax juga dapat mengurangi emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.

Karena memiliki kandungan sulfur yang lebih rendah daripada bahan bakar minyak lainnya.

Selain itu, Pertamax dapat membantu menjaga kebersihan mesin kendaraan.

Hal ini karena memiliki sifat dapat membersihkan mesin kendaraan dari kotoran dan kerak.

Dengan menggunakan Pertamax, kendaraan dapat memiliki umur yang lebih panjang.

Karena kinerjanya dapat membantu menjaga kebersihan mesin kendaraan dan mengurangi kerusakan pada komponen-komponen mesin.

Pertamax juga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan jadi bisa lebih awet atau irit.

Karena cara bekerjanya dapat membantu mesin kendaraan bekerja lebih efisien dan menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan menggunakan bahan bakar yang lebih sedikit. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved