BPBD Gunungkidul : 71 Rumah Terendam Banjir, Longsor 2 Lokasi

sebanyak 71 rumah di Gunungkidul terendam banjir, serta terjadi dua titik longsor di wilayah terdampak

Tayang:
Dok.Istimewa
BANJIR - Penampakan rumah warga yang terendam banjir akibat hujan deras di Gunungkidul, Jumat (28/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat melakukan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) kemarin.

Selain melakukan pendataan, petugas juga sudah mendistribusikan bantuan makanan serta melakukan pembersihan material.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, berdasarkan data yang dilakukan pihaknya total ada lima kapanewon terdampak dalam kejadian ini, yakni, Semanu, Wonosari, Playen, Paliyan, dan Patuk. 

Dan, tujuh kalurahan yang mengalami dampak, yakni Baleharjo, Semanu, Wonosari, Pampang, Grogol, Beji, dan Plembutan.

"Dan ,dari kejadian itu sebanyak 71 rumah terendam banjir, serta terjadi dua titik longsor di wilayah terdampak,” katanya saat memantau rumah warga termasuk banjir di Kapanewon Wonosari, Sabtu (29/3/2025).

Dia mengatakan dari pendataan yang dilakukan pihaknya tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa atas kejadian ini.

"Alhamdulillah kemarin malam pasca hujan reda banjir juga perlahan surut, sehingga saat itu warga langsung membersihkan rumah dari lumpur yang masuk, jadi memang tidak ada warga  yang harus mengungsi," ujarnya. 

Baca juga: Hujan 8 Jam, Warga Wonosari, Gukungkidul Ini Selamatkan Barang Berharga

Meskipun begitu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Sebab, beberapa infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, di antaranya dua talud rusak, empat jalan terganggu, serta dua jembatan terdampak banjir.

 Fasilitas umum yang terdampak termasuk satu tempat peribadatan yang ikut terendam.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gunungkidul langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, evakuasi, serta memberikan bantuan peralatan dan permakanan guna mempermudah penanganan bencana,” katanya.

Atas kejadian bencana ini, pihaknya mengimbau masyarakat  tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Pihaknya juga merekomendasikan pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berisiko tumbang akibat angin kencang. 

"Warga juga diminta berhati-hati saat hujan deras untuk menghindari daerah rawan longsor, aliran sungai, serta objek berbahaya seperti pohon besar dan tiang listrik," urainya. (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved