Pamit Bukber, Seorang Pria di Sleman Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Boyong
Pria berusia 39 tahun itu, sejak sehari sebelumnya dikabarkan tidak pulang lantaran pamit hendak buka puasa bersama (bukber).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sesosok mayat ditemukan mengapung di aliran sungai Boyong, dusun Ngentak, Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (28/3/2025).
Belakangan, mayat tersebut diketahui adalah R (Riyanto), warga Sardonoharjo.
Pria berusia 39 tahun itu, sejak sehari sebelumnya dikabarkan tidak pulang lantaran pamit hendak buka puasa bersama (bukber).
Panit Reskrim Polsek Ngaglik, Ipda Ys Udin Afriyanto menceritakan, penemuan mayat di aliran sungai Boyong, Ngaglik berawal dari informasi warga sekira pukul 08.00 WIB.
Semula, saksi bersama tiga rekannya hendak memancing di sungai Boyong.
Ketika hendak mencari spot memancing tiba-tiba dikejutkan dengan sesuatu yang terapung di sungai menyerupai jenazah.
"Saksi lalu memberitahu kepada rekannya, dan mencari pertolongan kepada orang yang sedang ngarit, mencari rumput, untuk memanggil pihak berwajib," kata Udin, Jumat.
Aparat dari Polsek Ngaglik menerima informasi itu, dan menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian bersama INAFIS Polresta Sleman dan tim medis dari Puskemas Ngaglik 1.
Baca juga: Kepadatan Kendaraan Pemudik Mulai Terpantau di Exit Tol Tamanmartani Sleman
Hasil pemeriksaan awal terhadap bagian luar tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Tubuh korban, diduga meninggal dunia lebih dari 12 jam dan diketahui terdapat luka pada bagian dahi kepala sebelah kanan akibat benturan benda waktu hanyut di Sungai Boyong.
Pihak keluarga yang mendengarkan keterangan dari pihak medis diakui telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima dengan ikhlas. Perwakilan keluarga juga sudah membuat surat pernyataan," kata dia.
Udin mengatakan, sebelum jenazah korban ditemukan, teman korban terlebih dahulu menemukan sepeda motor milik korban yaitu Beat nopol AB-3812-OY di tepi sungai dusun Lojajar.
Temuan sepeda motor tersebut kemudian diberitahukan kepada istri korban, sekaligus bertanya di mana keberadaan suaminya.
Istri korban memberitahu jika suaminya sudah tidak pulang sejak Kamis (27/3/2025) pukul 16.00, karena pamit hendak buka bersama.
Korban tidak pulang semalam, dan tubuhnya ditemukan mengapung di sungai Boyong.
Adapun mengenai penyebab kematian korban, Udin menduga akibat terpeleset."Kemungkinan begitu (terpeleset)," ujar dia.(*)
| Sleman Raup PAD Pariwisata Rp103 Miliar di Triwulan 1: Penerimaan Pajak Resto Naik, Hotel Turun |
|
|---|
| Empat Poin Lagi Kunci Tiket Promosi, Pelatih PSS Sleman: Kita Ingin Sapu Bersih |
|
|---|
| Disdik Sleman Hargai Keluhan Ortu Terkait TKA, Jadi Bahan Evaluasi Tim Penyusun Soal |
|
|---|
| PSS Sleman Butuh Empat Poin Lagi untuk Kunci Promosi ke Super League |
|
|---|
| TKA SD di Sleman Tuai Keluhan: Soal Dinilai Susah, Disebut Mirip Hendak Olimpiade |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah_0311.jpg)