BPBD Bantul Siaga Kegawatdarutan Selama 24 Jam Saat Momen Idulfitri 2025

BPBD Bantul akan melaksanakan tugas atau standby kegawatdarutan baik bencana alam, kebakaran, maupun animal rescue selama 24 jam saat Libur Lebaran

Tayang:
Tribunjogja.com/Neti Rukmana
Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanto. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul akan melaksanakan tugas atau standby kegawatdarutan baik bencana alam, kebakaran, maupun animal rescue selama 24 jam selama momen Idulfitri 2025.

"Dalam kesiapsiagaan bencana menghadapi lebaran Idulfitri 2025, kami siap untuk melaksanakan tugas atau standby 24 jam," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanto, Kamis (27/3/2025).

Selain itu mereka telah membentuk posko siaga darurat banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta menyiapkan kalurahan tangguh bencana untuk menghadapi momen Idulfitri 2025.

Pasalnya, berdasarkan perkiraan dari BMKG, peralihan musim dari hujan ke kemarau berlangsung pada periode Maret-April 2025.

"Kami juga melaksanakan koordinasi dengan forum pengurangan resiko bencana (FPRB) Kalurahan se-Kabupaten Bantul, serta berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah terkait menciptakan keamanan, kenyamanan warga selama liburan Hari Raya Idulfitri," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan 507 relawan untuk menghadapi potensi bencana yang ada.

Ratusan relawan itu sudah difasilitasi asuransi kesehatan atau kecelakaan kerja agar keselamatan para pekerja tetap terjaga.

Baca juga: Polres Bantul Buka Layanan Penitipan Motor Gratis Bagi Warga yang Mudik

Sementara itu, Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, berujar, pada periode peralihan musim dari hujan ke kemarau yakni Maret-April 2025, perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Waspadai juga potensi pohon tumbang saat cuaca kurang bersahabat. Apalagi pada jalur jalur yang memiliki potensi ancaman bencana, seperti banjir, longsor. Karena di Bantul ada 75 kelurahan, maka diaktivasi sebagai pos pantau banjir dan longsor," terang dia.

Adapun standar minimal yang disiapkan di pos pantau banjir dan longsor 75 kelurahan tersebut, kata Aka, akan disesuaikan dengan kemampuan kalurahan masing masing, dan FPRB setempat.

"Dukungan sumber daya manusia dan sarana ada saat awal aktivasi dulu. Jadi, kalau di Bantul prinsipnya mengoptimalkan pos pantau banjir dan longsor di 75 kalurahan," ucapnya.

Di sisi lain, BPBD Bantul tidak membuat pos khusus lebaran dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025, sehingga hanya mengoptimalkan pos pantau di 75 kelurahan dan pos pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) di tujuh kapanewon.

"Jadi 75 pos pantau banjir longsor dioptimalkan di tambah fungsi tugasnya dalam pengamanan mudik. Jadi yang pos nya BPBD di tujuh wilayah itu dioptimalkan, karena kita tidak membuat pos khusus Lebaran," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved