Berkat Laporan Warga, Tawuran di Panjatan Kulon Progo Berhasil Dicegah
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan upaya tawuran itu awalnya dilaporkan warga pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WIB.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Aparat kepolisian berhasil mencegah aksi tawuran yang berpotensi terjadi di Jalan Nagung—Brosot wilayah Kalurahan Panjatan, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo.
Upaya tawuran tersebut terjadi pada Minggu (23/03/2025) malam.
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan upaya tawuran itu awalnya dilaporkan warga pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WIB.
"Setidaknya ada 15 orang yang hendak melakukan tawuran di Jalan Nagung—Brosot, wilayah Panjatan," jelasnya memberikan keterangan pada Senin (24/03/2025).
Menurut Sarjoko, rombongan pertama yang terdiri dari 7 orang dan rombongan kedua sebanyak 8 orang.
Kedua kelompok ini datang menggunakan sepeda motor dan berpapasan di dekat SLB Panjatan.
Rombongan kedua ini diketahui mengendarai motor sambil dengan sengaja menggesekkan standarnya ke aspal.
Rombongan pertama lalu meneriaki rombongan kedua tersebut.
"Usai diteriaki, rombongan kedua ini mendadak berbalik arah lalu mengejar rombongan pertama," ujar Sarjoko.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi, di mana perjalanan mereka mengarah ke timur jalan tersebut.
Baca juga: Kasus Pria Misterius Lempar Air Keras ke Pengguna Jalan di Kulon Progo
Setibanya di dekat sebuah minimaket, 2 orang dari rombongan pertama mengaku dipepet oleh anggota rombongan kedua.
Dua orang tersebut adalah ZIF (15) dan GPR (19) yang berboncengan dengan sepeda motor.
Menurut Sarjoko, mereka juga mengenai 2 warga yang juga tengah berboncengan dengan motor dan ikut terjatuh.
"Kedua warga yang ikut terjatuh ini adalah S (63) dan DT (44)," jelasnya.
Keempatnya pun mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
| Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji Tepat Waktu, Kankemenhaj DIY Akan Pangkas Durasi Sesi Seremonial |
|
|---|
| TMMD Reguler ke-128 2026 Digelar di Sidorejo Kulon Progo, Sasar Pembangunan Fisik dan Perbaikan RTLH |
|
|---|
| Kasus WNA Ngamen Jadi yang Pertama di DIY, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Perkuat Pencegahan |
|
|---|
| Dua WNA Asal Kolombia Dideportasi Kantor Imigrasi Kulon Progo Usai Kedapatan Mengamen |
|
|---|
| Konsep Hotel Bubble untuk Asrama Haji DIY Diklaim Mampu Hemat Anggaran hingga Rp1,2 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lokasi-nyaris-tawuran-di-Jalan-NagungBrosot-Kulon-Progo.jpg)