Ternyata Ada Retakan Baru di Tebing Longsor Clongop Gunungkidul

Longsor yang terjadi di Jalan baru Tanjakan Clongop, di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gendangsari, Kabupaten Gunungkidul

Istimewa
MATERIAL LONGSOR: Penampakan alat berat dan truk saat membersihkan material longsor, pada Selasa (18/3/2025) 

 

Tribunjogja.com Gunungkidul - Longsor yang terjadi di Jalan baru Tanjakan Clongop, di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gendangsari, Kabupaten Gunungkidul, menimbulkan rekahan baru pada bagian sekitar tebing. 

Akibatnya, lokasi tersebut masih rawan terjadi longsor susulan.

REKAHAN BARU - Penampakan longsor yang terjadi di Jalan Baru Tanjakan Clongop, Gunungkidul, Selasa (18/3/2025). BPBD Gunungkidul menyebut ada rekahan baru sepanjang 40 meter di Tebing Tanjakan Clongop dan berpotensi longsor susulan
REKAHAN BARU - Penampakan longsor yang terjadi di Jalan Baru Tanjakan Clongop, Gunungkidul, Selasa (18/3/2025). BPBD Gunungkidul menyebut ada rekahan baru sepanjang 40 meter di Tebing Tanjakan Clongop dan berpotensi longsor susulan (Dok.Istimewa)

Kepala Bidang Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul Sumadi mengatakan rekahan tersebut berada tepat di titik dekat longsor pertama dengan panjang sekitar 40 meter dan kedalaman sekitar 6 meter. 

"Jadi, pada bagian atas tebing terjadi rekahan yang cukup dalam dan panjang. Ini yang dikhawatirkan terjadi longsor susulan, terlebih jika hujan turun," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (18/3/2035).

Ia menuturkan, hingga sore tadi proses pembersihan material pada titik longsor yang terjadi pada Senin (17/3/2025) sudah selesai. 

Namun, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika melintasi daerah tersebut.

"Kalau dari kami imbauannya lebih baik tidak  melintasi jalur tersebut dulu,  sebab (bencana) longsor masih mengancam," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Gunungkidul Rahmadiyan Wijayanto mengatakan pihaknya sudah memintai kepada Dinas PUPR ESDM DIY  untuk segera diselesaikan perbaikannya.  ,

"Karena ini masih dalam tahap perbaikan dan perawatan wewenang dari  Dinas PUPR ESDM DIY. Untuk ketinggian longsor  tebing mencapai  15 meter, panjang 40 meter, lebar 6,5 meter, dan kedalaman yang pecah sedalam 3 meter lebih," tutur dia.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau lokasi longsoran, pihaknya menyoroti soal lokasi tersebut yang dimanfaatkan masyarakat jadi lokasi berdagang. 

Pasalnya, jalur yang menghubungkan Gunungkidul - Klaten tersebut, sempat viral dan  ramai dikunjungi masyarakat. 

Alhasil, banyak pedagang yang berjualan di sana.

"Maka nantinya para pedagang tersebut akan diedukasi, kami akan berkoordinasi dengan Panewu, Kapolsek, maupun Danramil, terkait dengan rumusan permasalahan ini,"urainya.

Longsor Pertama

LONGSOR - Penampakan material longsor yang menutupi hampir seluruh badan jalan di Jalan baru tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, Senin (17/3/2025)
LONGSOR - Penampakan material longsor yang menutupi hampir seluruh badan jalan di Jalan baru tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, Senin (17/3/2025) (Dok.Istimewa)

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul mengakibatkan tebing yang berada di Jalan baru tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, mengalami longsor, Senin (17/3/2025) sekira pukul 16.30 WIB. 

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan akibat kejadian itu membuat badan jalan  tertutup material longsor.

"Material longsor menutupi hampir seluruh bagian badan jalan. Sehingga, saat ini jalan ditutup, sementara bisa melalui jalan yang lama atau memutar lewat Dusun Jelok. Namun, tetap kami imbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar dahulu," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (17/3/2025) malam.

Ia menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kontraktor karena jalan masih tanggung jawab kontraktor. 

"Malam ini langsung koordinasi dengan kontraktor untuk pengkondisian alat berat," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto mengatakan atas kejadian ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, pihaknya sudah memberikan  imbauan kepada masyarakat yang berada di lokasi rawan untuk tetap waspada terhadap longsor susulan.

"Tidak ada laporan korban atas kejadian longsor ini, namun warga sudah kami imbau untuk tetap waspada, pasalnya hingga kini hujan deras masih turun," paparnya. (Tribunjogja.com/Ndg)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved