Puisi

Makna Puisi Tahajjud Cintaku Karya Emha Ainun Najib 

Puisi seringkali digunakan sebagai sarana untuk merenungkan makna hidup, eksistensi, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
tribunnews.com
Makna Puisi Tahajjud Cintaku karya Emha Ainun Najib  

TRIBUNJOGJA.COM - Perasaan religius bisa diungkapkan menggunakan sarana selain doa. 

Puisi sebagai sebuah kumpulan kata penuh makna menjadi wadah terbaik untuk mengungkapkan perasaan religius. 

Puisi seringkali digunakan sebagai sarana untuk merenungkan makna hidup, eksistensi, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Dengan kemampuannya untuk menciptakan imaji dan suasana yang kuat, puisi dapat membantu pembaca untuk merasakan pengalaman transendental, yaitu melampaui batas-batas pengalaman inderawi.

Ungkapan-ungkapan tersebut dapat ditemukan dalam puisi “Tahajjud Cintaku” karya Emha Ainun Najib

Berikut isi dan makna puisi “Tahajjud Cintaku”: 

 

Puisi “Tahajjud Cintaku”


Maha Anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan

Maha Agung Ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya

Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita

Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved