‘Ruang Kenang’, Cara Samzee Merawat Rindu Lewat Musik

‘Ruang Kenang’ lahir dari perjalanan panjang Samzee setelah kepergian sang ibu lima tahun lalu.

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Rapper asal Jogja, Samzee merilis single terbarunya berjudul ‘Ruang Kenang’ pada 10 April 2026 

Ringkasan Berita:
  • Samzee merilis lagu “Ruang Kenang” sebagai ungkapan kehilangan atas mendiang ibunya.
  • Lagu ini terinspirasi dari pengalaman personal yang dikemas dengan metafora agar relate bagi banyak orang.
  • Ia berharap karya ini bisa menemani pendengar dalam menghadapi rasa kehilangan dan menjaga kenangan.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Rapper Samzee merilis single terbarunya berjudul ‘Ruang Kenang’ pada 10 April 2026. Lagu ini menjadi ruang personal yang ia bangun untuk merawat kehilangan, sekaligus mengajak pendengar menyelami pengalaman serupa.

‘Ruang Kenang’ lahir dari perjalanan panjang Samzee setelah kepergian sang ibu lima tahun lalu. Dalam rentang waktu itu, ia melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari jatuh hingga bangkit. Namun, di saat hidup mulai berjalan ke arah yang lebih baik, rasa kehilangan justru terasa semakin dalam.

“Namun, kepedihan itu justru terasa semakin dalam ketika hidup mulai berjalan ke arah yang lebih baik,” ujar Samzee.

Pengalaman yang sangat personal

Ia mengisahkan, momen seperti menikah, merilis karya, hingga memiliki anak justru menghadirkan ruang kosong yang berbeda. Ada keinginan untuk berbagi pencapaian dengan sosok yang sudah tidak lagi ada.
Dari perasaan itulah lagu ini mulai terbentuk. 

Ide awalnya muncul pada 27 November 2025, bertepatan dengan hari ulang tahun sang ibu, sesaat setelah ia pulang dari makam. Awalnya hanya berupa kumpulan pikiran dan perasaan, sebelum akhirnya dirangkai menjadi sebuah karya utuh.

“Awalnya bukan langsung jadi lagu, tapi lebih ke kumpulan pikiran dan perasaan yang muncul. Sampai akhirnya saya mencoba menuangkannya dalam bentuk musik,” katanya.

Meski sangat personal, Samzee tetap mengemas ‘Ruang Kenang’ dengan pendekatan metafora agar bisa dirasakan lebih luas. Salah satu bagian yang paling dekat dengan dirinya justru tersimpan dalam lirik yang terdengar puitis.

Ia mencontohkan penggalan ‘menggantung mimpi di angkasa’ yang memiliki makna personal, merujuk pada nama tengahnya serta harapan besar dari kedua orang tuanya. 

Di bagian lain, ia juga menyisipkan kenangan masa kecil saat belajar bernyanyi bersama sang ibu, yang kemudian memengaruhi perjalanan musiknya hingga saat ini.

“Kalau di bagian chorus/reff ada lirik ‘Sinar rawi ditata surya, peluk purnama’itu adalah nasihat dari Mama yang pernah berpesan ‘Kalau besok jadi terang, jangan lupa menerangi sesama’. Lalu saya metaforakan, bulan bersinar karena matahari,” bebernya.

Hening reflektif hingga klimaks

Dalam proses kreatifnya, Samzee mengaku sebagian besar lirik mengalir, meski ada keputusan yang cukup berat, termasuk saat memilih menyebut kata “Mama” secara langsung dalam lagu.

Secara musikal, ‘Ruang Kenang’ dibangun dengan nuansa hening dan reflektif di awal, sebelum emosinya perlahan meningkat hingga mencapai klimaks di bagian akhir. Pendekatan ini memperkuat kesan seolah pendengar diajak masuk ke ruang kosong yang penuh kenangan.

Dari sisi produksi, Samzee mengerjakan sebagian besar proses secara mandiri, dengan melibatkan anggota keluarga dalam pengisian instrumen, menambah kedekatan emosional dalam karya ini.

Melalui lagu ini, ia berharap pendengar tidak hanya mendengar, tetapi juga merasa ditemani dalam menghadapi kehilangan.

“Saya berharap pendengar bisa merasa ditemani. Bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kehilangan,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan pesan bahwa kenangan adalah cara untuk tetap terhubung dengan orang yang telah pergi.

“Yang hilang adalah sosoknya, tapi tidak dengan kenangannya. Mari kita monumenkan di Ruang Kenang kita masing masing,” kata Samzee.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved