Tiongkok Jadi Negara Pemasok Utama Impor DIY pada Januari 2025
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengatakan negara utama pamasok barang impor DIY selama Januari adalah Tiongkok
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Nilai impor DIY pada Januari 2025 mencapai US$18,57 juta.
Jika dibandingkan dengan Desember 2024 lalu,ada kenaikan nilai impor sebesar 17,23 persen.
Begitu pula dengan Januari 2024 yang naik 33,79 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengatakan negara utama pamasok barang impor DIY selama Januari adalah Tiongkok dengan nilai US$6,75 juta, Amerika Serikat nilainya US$4,82 juta, dan Hongkong nilainya US$3,46 juta.
Negara asal impor lainnya adalah Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Vietnam dengan nilai di bawah US$1juta.
“Pemasok tiga terbesar selama Januari 2025 adalah Tiongkok dengan andilnya 36,35 persen, Amerika Serikat andilnya 25,96 persen, dan Hongkong andilnya 18,63 persen,” katanya.
Ia mengungkapkan tiga komoditas terbesar impor DIY selama Januari 2025 adalah lokomotif dan peralatan kereta api dengan nilai US$ 4,76 juta, kain rajutan nilainya US$ 3,73 juta, dan kain ditenun berlapis nilainya US$ 1,50 juta.
“Lokomotif dan peralatan kereta api memberikan andil 25,63 persen, kain rajutan memberikan andil 20,09 persen, dan kain ditenun berlapis memberikan andil 8,08 persen,” ungkapnya.
Komoditas impor lainnya adalah filamen buatan, kapas gumpalan, tali, kain tenunan khusus,pakaian jadi bukan rajutan, kapas, plastik dan barang dari plastik, dan mesin atau peralatan listrik.
Namun nilai impornya masing-masing di bawah US$1,15 juta dan andilnya di bawah 6,15 persen.
Dari keseluruhan impor, nilai barang impor untuk konsumsi sebesar US$1,50 juta.
Mengalami penurunan 13,79 persen dibanding Desember 2024, namun mengalami kenaikan 22,95 persen dibanding Januari 2024.
Sementara untuk bahan baku atau penolong nilai impornya mencapai US$16,55 juta. Dibandingkan dengan Desember 2024 naik 26,82 persen, dan jika dibandingkan dengan Januari 2024 mengalami kenaikan 44,54 persen.
Impor barang modal pada Januari 2025 sebesar US$0,52 juta.
Mengalami penurunan 50,48 persen dibanding Desember 2024 dan turun 57,02 persen dibanding Januari 2024.
“Sehingga struktur impor menurut penggunaan barang selama Januari 2025 yang paling banyak merupakan bahan baku penolong 89,12 persen, kemudian barang konsumsi 8,08 persen, dan barang modal 2,08 persen,” imbuhnya. (*)
| Desember 2025, DIY Alami Inflasi Bulanan 0,65 Persen |
|
|---|
| Rencana Indonesia Setop Impor Solar Mulai 2026 karena Ada Potensi Surplus |
|
|---|
| DIY Mengalami Inflasi Bulanan Sebesar 0,27 Persen pada November 2025 |
|
|---|
| Impor Kedelai Masih Besar, Titiek Soeharto Minta Kementan Genjot Produksi Nasional |
|
|---|
| Beras Impor Asal Thailand Masuk ke Indonesia Lewat Sabang, Padahal Pemerintah Tidak Beri Izin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nilai-ekspor-diy-pada-oktober-alami-peningkatan-dibanding-bulan-sebelumnya.jpg)