Bulan Puasa, MBG di Gunungkidul Tetap Jalan, Makanan Bisa Dibawa Pulang
Dia menerangkan menu makanan saat Ramadan juga akan disesuaikan dan dipilih khusus yang dapat bertahan lebih lama, namun tetap memperhatikan gizi
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul tetap akan berjalan selama bulan puasa Ramadan 1446 H.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan para siswa diperbolehkan membawa menu MBG pulang ke rumah selama bulan puasa ini.
"Sesuai arahan dari pusat, pelaksanaan MBG saat puasa di sekolah tetap berjalan. Akan tetapi, karena bertepatan dengan bulan puasa para siswa diperbolehkan membawa makanannya ke rumah, dan dimakan sewaktu buka puasa nanti," terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (28/2/2025).
Dia menerangkan menu makanan saat Ramadan juga akan disesuaikan dan dipilih khusus yang dapat bertahan lebih lama, namun tetap memperhatikan nilai gizi.
"Jadi, menu makan bergizi gratis sudah diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan menu yang berbeda dan tahan lama. Contohnya, telur rebus, kurma, buah, susu, roti, biskuit, dan makanan ringan lainnya," ujarnya.
Di melanjutkan untuk pembungkus makanan juga akan menggunakan kantong kertas atau paper bag yang dapat didaur ulang. Nantinya, kantong ini bisa dibawa kembali ke sekolah dan ditukarkan dengan kantong yang berisi menu baru untuk esok harinya.
"Jadi tidak pakai ompreng, diganti dengan paper bag yang ramah lingkungan. Dengan begitu tidak akan menimbulkan sampah," ucapnya.
Sementara itu, untuk teknis waktu pendistribusian makanan ke sekolah, dia mengatakan sementara ini masih tetap sama yakni jadwal distribusi makan bergizi gratis pukul 08.00 WIB.
"Sejauh ini, jadwalnya masih sama. Nanti, jika ada perubahan akan kami sampaikan kembali," tuturnya.
Lebih jauh, ia mengatakan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Gunungkidul sudah menyasar sebanyak empat sekolah, yakni SD Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Wonosari, dan SMK Negeri 3 Wonosari, dan SMA Negeri 1 Wonosari.
"Saat ini, kami tinggal menargetkan ibu hamil, menyusui, dan balita. Tentunya, jika semuanya berjalan dengan baik akan kami tambahkan sesuai dengan target dapur sehat yakni bisa menyasar sebanyak 3000 orang," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dimas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati menyambut positif pelaksanaan MBG selama bulan puasa.
Pihaknya pun sudah melakukan arahan ke sekolah-sekolah agar para siswa tetap saling menghormati.
"Sejauh ini, anak-anak dan orang tua sangat senang dengan adanya program MBG ini. Dan, mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan bisa merata," ucap dia (ndg)
| Jadi Primadona Iduladha, 4.700 Sapi Gunungkidul Laris Manis Diburu Warga Luar Daerah |
|
|---|
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
| Imbas Dexlite Meroket, Bus Sekolah Gunungkidul Tak Lagi Layani Jemputan Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penampakan-Menu-Makan-Siang-Siswa-dari-Dapur-Magelang-yang-Ditinjau-Prabowo-Subianto.jpg)