Hasil Sidak Penggunaan Gas Melon di Sleman, Banyak yang Tak Tepat Sasaran

Dari 12 restoran dan 2 binatu yang disidak, ditemukan 58 tabung gas elpiji 3 kg. Temuan tersebut kemudian ditukar dengan 29 tabung elpiji 5,5 kg

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Dok. Pemkab Sleman
SIDAK GAS: Tim gabungan Pemkab Sleman melakukan sidak penggunaan gas elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran. Sidak menyasar sejumlah restoran dan laundry atau binatu di sepanjang Jalan Godean dan Jalan Kabupaten, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) penggunaan gas elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran. 

Sidak menyasar sejumlah restoran dan laundry atau binatu di sepanjang Jalan Godean dan Jalan Kabupaten, Sleman.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Haris Martapa menyampaikan, sidak ini merupakan langkah menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Minyak dan Gas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022 tentang larangan penggunaan tabung gas elpiji kilogram bersubsidi untuk pelaku usaha non-mikro.

Surat edaran ini mengatur bahwa hotel, restoran, binatu, usaha batik, peternakan, pertanian, usaha tani tembakau, dan usaha las dilarang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. 

Dari 12 restoran dan 2 binatu yang disidak, ditemukan 58 tabung gas elpiji 3 kilogram. Temuan tersebut kemudian ditukar dengan 29 tabung elpiji ukuran 5,5 kilogram. 

"Untuk restoran dan binatu yang ditemukan masih menggunakan gas elpiji 3 kg ditukar dengan gas elpiji 5,5 kg," ujarnya. 

Stok aman

Pemkab Sleman juga mengecek ketersediaan gas elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Murni Makmur Sejahtera Ambarketawang.

Hasilnya stok dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Pantauan ini untuk memastikan sudah tidak ada lagi antrean untuk pemenuhan pasokan di pangkalan dan agen di wilayah Kabupaten Sleman.

"Pantauan ke SPBE ini untuk melihat kondisi lapangan bahwa pemenuhan gas di pangkalan dan agen sudah terpenuhi. Dan memastikan bahwa stok gas elpiji 3 kg aman sampai akhir puasa," kata Haris. 

Menurut Haris, beberapa hari sebelumnya memang terjadi kelangkaan stok gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Sleman.

Penyebabnya, karena dipengaruhi beberapa hal, satu di antaranya faktor cuaca yang menyebabkan terkendalanya kapal tanker pengangkut elpiji tidak bisa merapat ke dermaga. 

Saat ini kondisinya sudah berangsur membaik sejak kapal tanker pengangkut gas milik Pertamina sudah bisa merapat ke dermaga.

"Berdasarkan pantauan pada hari Senin (24/2/2025) setelah kapal tanker berhasil merapat, suplai gas elpiji 3 kg di SPBE, pangkalan, dan agen mulai tercukupi," ujar dia. 

Pemkab Sleman telah mengirimkan penambahan alokasi fakultatif gas elpiji 3 kg tahun 2025 ke Pertimbangan. 

Adapun alokasinya disetujui sebanyak 15.891.667 tabung. Alokasi ini meningkat 14 persen dari tahun 2024 sebesar 13.961.333 tabung.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sebelumnya mengatakan gas melon di bulan Februari ini yang sempat mengalami kekurangan merupakan dampak dari sejumlah faktor.

Di antaranya, ada libur panjang di akhir Januari sehingga serapan gas melon untuk keperluan pariwisata cukup tinggi.

Selain itu, ada peningkatan perayaan resepsi pernikahan, dinamika kebijakan yang secara tiba-tiba diterapkan oleh Pemerintah Pusat,

ditambah kendala cuaca buruk yang menyebabkan pengiriman stok menggunakan kapal tangker terganggu sehingga distribusi gas ke daerah mengalami keterlambatan. 

"Tapi ini sudah sedikit membaik, dibanding kelangkaan yang awal itu, yang saya lihat di media masyarakat ngantrinya sampai mengular," kata Danang.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved