Puisi
Arti dan Makna Puisi “Di Masjid” karya Chairil Anwar
Puisi "Di Masjid" karya Chairil Anwar menggambarkan pergulatan batin yang intens antara manusia dengan Tuhannya, di tengah kesunyian dan kekhusyukan m
Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
"Bernyala-nyala dalam dada" dapat diartikan sebagai kehadiran Tuhan yang kuat dalam hati, yang tidak bisa dipadamkan oleh usaha manusia.
Bait 2
Bersimpuh peluh diri yang tak bisa diperkuda
Ini ruang
Gelanggang kami berperang
Binasa-membinasa
Satu menista lain gila
Bait ini menggambarkan perjuangan manusia dalam menundukkan diri di hadapan Tuhan.
"Bersimpuh peluh diri yang tak bisa diperkuda" melambangkan usaha yang sangat keras.
"Gelanggang kami berperang" melambangkan pergulatan batin antara manusia dengan Tuhannya, atau antara manusia dengan dirinya sendiri.
"Binasa-membinasa" dan "Satu menista lain gila" melambangkan konflik yang intens dan mendalam. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
Berita Terkait: #Puisi
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/chairil.jpg)