Puisi

Arti dan Makna Puisi “Di Masjid” karya Chairil Anwar 

Puisi "Di Masjid" karya Chairil Anwar menggambarkan pergulatan batin yang intens antara manusia dengan Tuhannya, di tengah kesunyian dan kekhusyukan m

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunnews.com
Chairil Anwar sang penyair terkemuka berasal dari Indonesia 

"Bernyala-nyala dalam dada" dapat diartikan sebagai kehadiran Tuhan yang kuat dalam hati, yang tidak bisa dipadamkan oleh usaha manusia.


Bait 2

Bersimpuh peluh diri yang tak bisa diperkuda
Ini ruang
Gelanggang kami berperang
Binasa-membinasa
Satu menista lain gila

Bait ini menggambarkan perjuangan manusia dalam menundukkan diri di hadapan Tuhan.

"Bersimpuh peluh diri yang tak bisa diperkuda" melambangkan usaha yang sangat keras.

"Gelanggang kami berperang" melambangkan pergulatan batin antara manusia dengan Tuhannya, atau antara manusia dengan dirinya sendiri.

"Binasa-membinasa" dan "Satu menista lain gila" melambangkan konflik yang intens dan mendalam. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved