Kampus Lebih Baik Perkuat Riset dan Inovasi, Blunder Besar Jika Nekat Kelola Tambang
Zulfatun Mahmudah, Anggota Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kutai Timur, memastikan kampus akan blunder besar bila nekad mengelola tambang
Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
HO
BLUNDER KAMPUS: Foto Ilustrasi. Para pakar menilai kampus akan blunder besar jika tetap nekat mengelola bisnis tambang.
Selain itu, kampus juga berhadapan dengan risiko yang lain yaitu kehancuran reputasi. Kampus bisa dinilai tidak independen karena tersandera kepentingan bisnis.
“Kampus akan kehilangan kredibilitas akademik akibat konflik kepentingan. Kampus bisa dianggap menyimpang dari tujuan awalnya sebagai institusi pendidikan dan penelitian," terangnya.
Zulfatun menyarankan, para pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam forum rektor sebaiknya memperkuat perannya dalam riset, inovasi teknologi, atau pendidikan pertambangan yang berkelanjutan, bukan malah menjadi pelaku bisnis tambang itu sendiri. (hda)
Baca Juga
| Cerita Damkar Evakuasi 12 Mahasiswi UAD Terjebak Lift: Pintu 'Ngelock', Dieksekusi Pakai Spreader |
|
|---|
| FTB UAJY Perkuat Peran Global Lewat Kolaborasi dengan Save The Soil Foundation |
|
|---|
| Kisah Agus Picoez, Dosen UGM yang Sukses Sulap Bekas Tambang jadi Lahan Produktif |
|
|---|
| Abdur Rozaki Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Daftar-Ormas-Keagamaan-yang-Dapat-IUP-dari-Pemerintah-dan-Lokasi-Tambangnya.jpg)