Pro-Kontra Warga di Sleman soal Larangan Pengecer Jual Gas Melon
Penjual toko kelontong di Kalurahan Sumberadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yana mengaku keberatan dengan kebijakan baru Pemerintah tersebut.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
GAS MELON: Sejumlah tabung gas melon di toko di wilayah Kabupaten Sleman kondisinya kosong, Senin (3/2/2015). Warga keberatan dengan kebijakan baru pemerintah soal penjualan gas melon.
Namun demikian, Ia mendukung langkah dari pemerintah untuk menertibkan penjualan gas melon dengan harapan agar subsidi yang diberikan bisa tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Kita tahu kan, selama ini subsidi sering tidak tepat sasaran. Gas melon sering digunakan pengusaha kuliner besar yang nakal. Ataupun keluarga yang seharusnya mampu membeli gas 12 kilogram tapi justru pakainya gas melon yang seharusnya bukan penerima manfaat," ujar dia.(*)
Baca Juga
| PSS Sleman Targetkan Tiga Poin atas Persiku Kudus, Usung Misi Kembali ke Puncak |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Dua SPBU di Sleman Cenderung Lengang |
|
|---|
| Tim Taekwondo SD Pedagogia Berjaya di Sleman Battle Arena 2026 |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Konsumen di Sleman Mulai Atur Strategi |
|
|---|
| PSS Sleman Wajib Menang Lawan Persiku, Siap Kudeta Persipura di Puncak Klasemen Grup Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pro-Kontra-Warga-di-Sleman-soal-Larangan-Pengecer-Jual-Gas-Melon.jpg)