Waspadai Potensi Bencana, BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Terkait Siklon 99S dan 90S

BMKG telah memperingatkan agar masyarakat DIY siap siaga dan menjauhi zona-zona yang diperkirakan berbahaya. 

Tayang:
Dok.Istimewa
ILUSTRASI - Penampakan rumah warga di Gunungkidul yang rusak tertimpa pohon imbas hujan deras dan angin kencang yang melanda, pada Selasa (21/1/2025). BPBD DIY mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).  

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, mengungkapkan bahwa BMKG memprediksi dua siklon tropis, yakni Siklon 99S dan Siklon 90S, akan mendekat ke wilayah Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 2025 mendatang.

Menurut Noviar, kedua siklon tersebut saat ini berada di selatan Samudra Hindia dan diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi di DIY, mulai dari tanggal 1 hingga 7 Februari. 

Kondisi ini akan berpotensi meningkatkan risiko bencana, seperti longsor, banjir, dan pohon tumbang. Puncak dari cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 5 Februari 2025.

BMKG telah memperingatkan agar masyarakat DIY siap siaga dan menjauhi zona-zona yang diperkirakan berbahaya. 

"Kita harus tetap waspada terhadap segala potensi bencana yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini," kata Noviar Rahmad, Minggu (2/2/2025).

Beberapa daerah di DIY telah dipetakan sebagai wilayah rawan yang perlu diwaspadai, baik di pesisir maupun di daerah perbukitan.

Salah satunya adalah peningkatan ketinggian gelombang di sepanjang pantai, yang diperkirakan mencapai 3 hingga 5 meter.

Dengan kondisi ini, pihak BPBD DIY mengimbau agar wisatawan tidak melakukan aktivitas berenang atau kegiatan berisiko lainnya di pantai.

Baca juga: BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Potensi Kebakaran, Cek Kompor dan Listrik Secara Rutin

Sementara itu, untuk wilayah pegunungan, Noviar juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama di daerah perbukitan Manoreh dan sekitarnya. 

"Di Kulon Progo, sudah ada rekahan-rekahan tanah yang perlu dihindari," tambahnya. Masyarakat di daerah rawan longsor diminta untuk menghindari lokasi-lokasi tersebut selama hujan deras.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD DIY telah melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten/Kota se-DIY.

Noviar menjelaskan bahwa para Bupati dan Wali Kota diimbau untuk segera menyampaikan informasi ini kepada masyarakat secara luas melalui berbagai saluran komunikasi.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Terkait dengan sektor pariwisata, meskipun tidak ada penutupan tempat wisata, BPBD DIY mengingatkan agar para wisatawan tidak berenang di laut saat gelombang tinggi.

Sementara itu, bagi para nelayan, Dinas Kelautan juga telah memberikan peringatan untuk tidak melaut jika cuaca memburuk pada tanggal 5 Februari.

Noviar juga mengungkapkan bahwa BMKG memprediksi puncak dari cuaca ekstrem ini akan terjadi pada tanggal 5 Februari, dengan curah hujan yang sangat lebat dan gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi terkini terkait perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BPBD DIY dan instansi terkait akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan langkah-langkah antisipasi dan penanggulangan bencana berjalan dengan baik.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta keluarga selama cuaca buruk yang diprediksi akan berlangsung seminggu ke depan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved