Cerita Petugas Pengantar Program Makan Bergizi Gratis di Kulon Progo Yogyakarta
Hampir sebulan sudah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Kulon Progo, meski saat ini baru terlaksana di Kapanewon Sentolo.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
Saat pekan pertama bertugas, Arisqi mengaku sempat keteteran dalam mengantarkan makanan. Sebab ia masih harus memperkirakan jarak antar sekolah, sedangkan saat itu ia belum hapal rute jalan yang dilewati.
Tak hanya itu, ia juga harus ikut memastikan kesesuaian jumlah porsi makanan yang dibutuhkan tiap sekolah.
Tak heran, keterlambatan hingga tak datangnya makanan sempat mewarnai pekan pertama pelaksanaan.
"Tapi sesudahnya bisa langsung menyesuaikan, dan sudah tahu sekolah mana saja yang searah sehingga pengantarannya bisa lebih tertata," kata Arisqi.
Ia bahkan juga ikut merasakan kegembiraan dari para pelajar yang menjadi penerima program MBG.
Salah satu momennya adalah saat mereka menunggu kedatangan kendaraan pengantar makanan.
Menurut Arisqi, para pelajar tersebut sampai hapal dengan kendaraan dari SPPG tersebut.
Tak hanya mereka, para orang tua dari pelajar tersebut juga ikut antusias menyambut kedatangannya.
"Sampai ada orang tua pelajar yang bawa wadah sendiri supaya makanan jatah anaknya bisa dibawa pulang, itu memunculkan rasa puas dan senang tersendiri," ujarnya.
Berbagai momen tersebut membuat Arisqi merasa beruntung bisa bergabung dalam Tim SPPG di Sentolo.
Rasa lelah pun sirna begitu saja setelah melihat wajah gembira para pelajar yang menerima makanan MBG.
Saat ini, pelaksanaan MBG di Kulon Progo memang baru di wilayah Sentolo. Namun pelaksanaannya akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan Kapanewon Pengasih telah disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan MBG berikutnya. Dapur umumnya pun dalam proses pembangunan.
"Terkait kapan dapurnya mulai beroperasi dan pelaksanaannya, masih menunggu informasi lebih lanjut," kata Nur.
Pelaksanaan MBG di Kulon Progo saat ini masih mengandalkan pembiayaan APBN. Sedangkan pelaksanaan yang bersumber dari APBD Kulon Progo masih menunggu instruksi terkait teknis dan pelaksanaannya dari pusat. (Tribunjogja.com/alx)
| Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan |
|
|---|
| Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2027, Disdikpora Kota Yogya Tegaskan Kesiapan |
|
|---|
| FTME UPN dan BPPTKG Lakukan Riset Lanjutan di Seyegan |
|
|---|
| Bos PSIM Yogyakarta Ungkap Kunci Sukses Berkarier di Industri Olahraga |
|
|---|
| Geblek Tempe Supriyanti Kini Berlabel Halal, 139 Produk di Deswita Jatimulyo Juga Disertifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TJ-02022025-Cerita-Petugas-SPPG-Kulon-Progo-Ikut-Senang-dengan-Reaksi-Pelajar.jpg)