Tips dan Cara

Tips dan Cara Berenang Jika Terseret Rip Current di Pantai Gunungkidul, Jangan Panik Dulu!

Berenang di pantai memang menyenangkan, tapi apa jadinya kalau tiba-tiba terseret arus rip current? Panik bukan solusi! 

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
pixabay
Ilustrasi ombak 

TRIBUNJOGJA.COM - Berenang di pantai memang menyenangkan, tapi apa jadinya kalau tiba-tiba terseret arus rip current? Panik bukan solusi! 

Jika sedang bermain air di pantai-pantai Gunungkidul yang terkenal dengan ombaknya, ada baiknya kamu tahu cara menyelamatkan diri.

Hal ini diperlukan agar tragedi kematian empat siswa dari Mojokerto pada 29 Januari 2025 tidak terulang lagi. Sebanyak 13 orang terseret arus rip current di Pantai Drini, tapi hanya sembilan yang selamat.

Simak tips berikut agar tetap aman dan bisa keluar dari arus kuat ini tanpa bahaya!

Rip current adalah arus sempit namun memiliki kekuatan yang besar, biasanya tegak lurus dari bibir pantai menuju ke arah laut. 

Arus ini terbentuk karena ombak yang datang pecah ketika mendekati pantai dan memunculkan arus umpan (feeder current) dan energi yang dipantulkan kembali ke arah laut. 

Baca juga: Bagaimana Cara Menandai Adanya Rip Current di Pantai? Berikut Penjelasan Peneliti UGM

Beberapa arus umpan terakumulasi menjadi saluran arus yang kuat dan berbalik ke arah laut. 

Menurut penuturan Dosen Sekolah Vokasi, Hendi Fachturohman, S.Si., M.Sc., mengatakan dari hasil riset yang pernah ia lakukan sebelumnya, di kawasan Pantai Drini memang terdapat rip current dengan tipe menetap di lokasi tersebut.

”Rip current yang bersifat menetap dapat muncul pada waktu tertentu ketika kondisi gelombang cukup,” ujar pria yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Inggris ini via komunikasi telepon, Jumat (31/1/2025).

Hendi menambahkan faktor pembentuk rip current dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamis atau ombak dan pasang surut, serta kondisi batimetri atau kedalaman dasar laut. 

Struktur keras seperti tebing juga bisa menjadi faktor pembentuk rip current karena memantulkan gelombang yang datang. 

Namun begitu, rip current ada yang bersifat menetap dan ada pula yang berpindah pindah, bergantung pada kondisi morfologi dasar laut ketika rip current terbentuk. 

“Peningkatan aktivitas gelombang dapat meningkatkan juga kekuatan rip current karena bisa membangkitkan arus umpan yang lebih kuat,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Hendi membagikan tips untuk mengetahui beberapa tanda-tanda yang bisa dikenali untuk mengetahui adanya rip current. Berikut tipsnya:

1. Cek buih dari air laut

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved