Vaksinasi Massal Gencar Dilakukan, Kasus PMK di DIY Tercatat Mulai Menurun

DPKP DIY terus melakukan sosialisasi agar peternak lebih sigap melaporkan jika ternaknya menunjukkan gejala PMK.

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
VAKSINASI PMK - Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, menyebut vaksinasi PMK dilakukan semakin masif di wilayah DIY. Tren kasus PMK kini perlahan menurun, meski tantangan di lapangan masih menjadi perhatian. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di DIY mulai menunjukkan hasil yang positif.

Dengan vaksinasi yang semakin masif dan penerapan berbagai langkah pencegahan, tren kasus PMK kini perlahan menurun, meski tantangan di lapangan masih menjadi perhatian.

Berdasarkan data terbaru Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY per 28 Januari 2025, jumlah kasus PMK yang tercatat mencapai 2.743 kasus.

Dari angka tersebut, 412 ekor ternak dinyatakan sembuh, sementara 231 ekor mati, 81 ekor dipotong bersyarat, dan 2.019 kasus masih aktif.

Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, menjelaskan bahwa salah satu kunci pengendalian wabah ini adalah percepatan vaksinasi hewan ternak yang rentan terinfeksi PMK, seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau.

Hingga kini, sebanyak 5.516 ekor ternak telah mendapatkan vaksin dan tercatat dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

"Selain yang tercatat secara digital, ada juga data manual yang menunjukkan jumlah ternak yang divaksin mencapai 8.090 ekor. Perbedaan ini terjadi karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung," ujar Syam, Kamis (30/1/2025).

Meski demikian, penanganan PMK di DIY masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kecepatan penyebaran virus dan rendahnya kesadaran peternak dalam melaporkan kasus.

Baca juga: Penutupan Pasar Hewan Imogiri Diperpanjang hingga 10 Februari 2025 Gara-gara PMK Meluas

Oleh karena itu, DPKP DIY terus melakukan sosialisasi agar peternak lebih sigap melaporkan jika ternaknya menunjukkan gejala PMK.

“Kami mengimbau peternak untuk segera melapor jika ada ternak yang mengalami lepuh di mulut dan kuku, demam, atau kesulitan makan. Dengan laporan cepat, kami dapat langsung memberikan penanganan sehingga penyebaran dapat dicegah,” tambah Syam.

Selain vaksinasi, DPKP DIY juga menerapkan langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti biosekuriti ketat di kandang, penyemprotan disinfektan secara rutin, serta pembatasan lalu lintas ternak dari daerah yang terdampak wabah.

Syam menegaskan bahwa DPKP DIY akan terus memantau perkembangan kasus dan meningkatkan upaya pencegahan agar wabah tidak meluas. 

Peternak diminta tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan hewan, termasuk tidak sembarangan membeli atau memindahkan ternak tanpa pemeriksaan kesehatan.

"Dengan sinergi antara pemerintah dan peternak, kami optimistis kasus PMK di DIY dapat segera terkendali sehingga sektor peternakan dan ekonomi daerah tetap stabil," tutup Syam. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved