Ubo Rampe Tradisi Labuhan Gunung Lawu Kraton Jogja
Upacara Labuhan digelar satu hari setelah puncak acara Jumenengan Dalem (29 Rejeb) sehingga jatuh pada tanggal 30 Rejeb.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Karena tentara Majapahit tidak mampu menghalau serangan tersebut, Prabu Brawijaya V memutuskan untuk menyingkir ke Gunung Lawu dan hidup menjadi seorang pertapa dan bergelar Sunan Lawu.
Prabu Brawijaya V merupakan leluhur dari pendiri kerajaan Mataram dan Keraton Yogyakarta sehingga sebagai bentuk penghormatan, Gunung Lawu dipilih menjadi lokasi upacara labuhan.
Gunung Lawu terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Setiap dilaksanakan Upacara Labuhan, uborampe labuhan diserahterimakan kepada Juru Kunci Gunung Lawu yang berada di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Macam-macam uborampe yang diperlukan pada upacara Labuhan Gunung Lawu adalah sebagai berikut :
Kasepuh
Sinjang Limar
Semekan Gadhung Mlathi
Kampuh Poleng Ciut
Dhestar Banguntulak
Paningset Jingga
Kaneman
Semekan Gadhung Mlathi
Kampuh Poleng Ciut
Dhestar Banguntulak
Paningset Jingg
Pendherek
Sinjang Cangkring
Semekan Gadhung
Semekan Dringin
Semekan Songer
Semekan Teluh Watu
Semekan Jambin
Songsong Pethak Seret Praos
Sela, ratus, lisah konyoh
Yatra Tindhih. (Tribunjogja.com/kompas)
| Jemaah Haji Kloter 1 YIA Mulai Kumpulkan Koper, Berangkat Selasa Malam |
|
|---|
| Warga Sleman Keluhkan Kenaikan LPG Nonsubsidi: Pemerintah Maunya Apa Sih? |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal 'Lenyapkan' Kabel Udara, Siapkan Skema Ducting di 4 Zona Utama |
|
|---|
| Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindah ke Bali, Ini Sikap Kelompok Suporter The Maident |
|
|---|
| The Maident Suporter PSIM Yogyakarta Hormati Pemindahan Laga, Minta Maaf ke Jakmania |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Keraton-Yogyakarta-Kirim-Utusan-Gelar-Tradisi-Labuhan-di-Gunung-Lawu.jpg)