Ubo Rampe Tradisi Labuhan Gunung Lawu Kraton Jogja

Upacara Labuhan digelar satu hari setelah puncak acara Jumenengan Dalem (29 Rejeb) sehingga jatuh pada tanggal 30 Rejeb.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pemkab Karanganyar
LABUHAN GUNUNG LAWU: Utusan Keraton Yogyakarta, mempersiapkan kelengkapan tradisi labuhan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (30/1/2025) 

Karena tentara Majapahit tidak mampu menghalau serangan tersebut, Prabu Brawijaya V memutuskan untuk menyingkir ke Gunung Lawu dan hidup menjadi seorang pertapa dan bergelar Sunan Lawu. 

Prabu Brawijaya V merupakan leluhur dari pendiri kerajaan Mataram dan Keraton Yogyakarta sehingga sebagai bentuk penghormatan, Gunung Lawu dipilih menjadi lokasi upacara labuhan. 

Gunung Lawu terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Setiap dilaksanakan Upacara Labuhan, uborampe labuhan diserahterimakan kepada Juru Kunci Gunung Lawu yang berada di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
 
 Macam-macam uborampe yang diperlukan pada upacara Labuhan Gunung Lawu adalah sebagai berikut :

Kasepuh    

Sinjang Limar

Semekan Gadhung Mlathi

Kampuh Poleng Ciut

Dhestar Banguntulak

Paningset Jingga


Kaneman

Semekan Gadhung Mlathi

Kampuh Poleng Ciut

Dhestar Banguntulak

Paningset Jingg

Pendherek

Sinjang Cangkring

Semekan Gadhung

Semekan Dringin

Semekan Songer

Semekan Teluh Watu

Semekan Jambin

Songsong Pethak Seret Praos

Sela, ratus, lisah konyoh

Yatra Tindhih. (Tribunjogja.com/kompas)
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved