Tabung Gas LPG 3 Kilogram Meledak di Kasihan Bantul, Dua Orang Meninggal dan Satu Orang Terluka

Tabung LPG 3 kilogram meledak di rumah warga milik S (67), yang berada di Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul

Istimewa/ https://newsmaker.tribunnews.com/
ILUSTRASI ledakan tabung gas elpiji 3 Kg 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satu tabung LPG 3 kilogram meledak di rumah warga milik S (67), yang berada di Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (25/1/2025) pukul 10.30 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan akibat dari kejadian itu, dua warga setempat berinisial S (67) dan AK (40), meninggal dunia di rumah sakit pada hari yang berbeda.

Sedangkan, satu warga setempat inisial M (58), menjalani rawat jalan.

"Kejadian itu berawal saat korban AK sedang memasang pemanasan air di kamar mandi rumah korban S. Sedangkan, saat itu juga ada korban S yang sedang memasak," katanya kepada awak media, Kamis (30/1/2025).

Adapun, posisi dapur korban S berada di depan kamar mandi yang sedang dipasang pemanas air.

Lalu, terdapat pula korban M yang sedang berada di rumahnya atau tepat di sebelah selatan rumah korban S.

Tiba-tiba, sekira pukul 10.30 WIB, terdapat suara ledakan.

Suara ledakan itu terdengar sampai ke warga atau tetangga yang ada di deket lokasi kejadian.

Termasuk tetangga korban yakni MHRD (51), sehingga berlari mendekati sumber suara ledakan tersebut. 

"Saat itu, MHRD melihat korban M yang sedang berlari sambil membawa ember berisi air dan ditanya ada apa oleh korban. Namun, korban M tidak menjawab dan hanya berjalan tergesa-gesa, sehingga diikuti oleh MHRD," papar dia.

Saat sampai di lokasi kejadian, MHRD terkejut karena rumah korban S sudah dalam keadaan gelap dan berasap.

Lalu, MHRD berinisiatif untuk masuk ke tempat itu melalui pintu depan rumah.

Ketika sampai di depan rumah itu, MHRD melihat korban AK berjalan dari dalam menuju ke keluar lokasi kejadian, dalam kondisi terbakar.

Sontak, MHRD langsung menelepon ambulance untuk meminta bantuan.   

"Seorang tetangga korban lain inisial W (51), turut datang ke lokasi kejadian, usai mendengar suara ledakan. W pun melihat korban S dalam kondisi terbakar dan merangkak dari dalam tempat kejadian perkara, sehingga meminta MHRD untuk memanggil ambulance lagi agar menolong korban S," urainya.

Baca juga: Satu Rumah Warga di Trirenggo Bantul Terbakar, Diduga Karena Korsleting Listrik

Kemudian tiga korban yakni S, AK, dan M masuk ke mobil ambulance dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk memdapatkan perawatan. 

Akan tetapi, untuk korban AK, karena kondisi tidak memungkinkan langsung dirujuk ke RS Sardjito. Untuk korban S dan M tetap dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. 

"Setelah mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, kondisi korban S menurun, kemudian dirujuk ke RS Sardjito. Namun, S kemudian meninggal dunia di RS Sarjito pada Rabu (29/01/2025) pukul 12.45 WIB," jelas Jeffry.

Lalu, korban atas AK meninggal dunia di RS Sardjito pada Kamis (30/1/2025) sekira pukul 03.00 WIB.

Sedangkan, korban M, saat ini mendapatkan rawat jalan dan mengalami luka bakar pada kaki kanan kiri serta tangan kiri.

"Dimungkinkan kebakaran atau sumber ledakan itu berasal dari LPG 3 kilogram yang akan dipasang korban AK, sebagai sumber pemanas air dan saat itu kebetulan korban S sedang memasak tepat di depan pemasangan pemanas air. Karena ada kebocoran gas, diduga api yang digunakan masak oleh korban S menyambar, sehingga timbul ledakan," pungkas Jeffry. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved