Antisipasi Kecelakaan Laut, Satpol PP DIY Desak Penambahan Personel di Pantai Saat Libur Panjang

Satpol PP DIY meminta kepada pemerintah kabupaten untuk menambah alokasi anggaran untuk penambahan personel pengamanan di kawasan pesisir selatan

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
EVAKUASI - Tangis Haru mewarnai proses evakuasi jenazah korban terakhir tragedi Pantai Drini Gunungkidul pada proses evakuasi, Rabu (29/1/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satpol PP DIY meminta kepada pemerintah kabupaten untuk menambah alokasi anggaran untuk penambahan personel pengamanan di kawasan wisata pesisir selatan.

Penambahan jumlah personel pengamanan ini mendesak dilakukan karena semakin bertambahnya jumlah wisatawan, terutama saat memasuki libur panjang.

Langkah ini dinilai mendesak untuk mencegah kecelakaan laut yang merenggut korban jiwa, seperti insiden tragis di Pantai Drini, Gunungkidul, yang menewaskan empat orang beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menyampaikan bahwa meski petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) telah berupaya maksimal memperingatkan bahaya mandi di pantai, jumlah personel yang terbatas membuat pengawasan tidak sebanding dengan tingginya jumlah wisatawan.

“Personel kami sudah berupaya menjaga dan mengingatkan, tetapi jumlah pengunjung yang datang ribuan, sementara personel di lokasi hanya sekitar lima orang. Ini tentu menjadi tantangan besar dalam pengawasan,” ujar Noviar pada Rabu (29/1/2025).

Saat ini, terdapat 328 personel Satlinmas yang bertugas menjaga seluruh wilayah DIY tanpa penambahan khusus meski di masa libur panjang.

Bantuan dari Basarnas, Polairud, dan TNI AL tetap diberikan, tetapi belum cukup mengatasi padatnya arus wisatawan di kawasan pantai selatan DIY.

Baca juga: Duka Istiqomah dan Yosef, Orangtua Siswa SMPN 7 Mojokerto yang Tewas Terseret Ombak di Pantai Drini

Noviar menjelaskan, rambu larangan berenang sudah dipasang di sejumlah lokasi berbahaya, termasuk dengan garis dan bendera merah sebagai tanda peringatan. Namun, masih banyak pengunjung yang tidak mematuhi imbauan tersebut.

“Banyak yang tidak tahu bahwa kontur pantai selatan berbeda dengan pantai utara. Di pantai selatan Jogja, sebagian besar memiliki palung dan arus balik (rip current) yang sangat berbahaya. Kami sudah sering mengingatkan melalui media sosial dan secara langsung di lokasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan dilakukan selama 24 jam dengan sistem shift. Namun, kejadian kecelakaan laut seperti yang terjadi di Pantai Drini pada pukul 06.30 WIB menunjukkan bahwa tingginya jumlah pengunjung membuat pengawasan secara personal tidak memungkinkan meski sudah ada dukungan dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan relawan.

Ke depan, Noviar berharap agar kabupaten yang memiliki destinasi wisata pantai dapat melibatkan lebih banyak komponen masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan keselamatan wisatawan, khususnya saat libur panjang.

“Intervensi dari dinas pariwisata setempat sangat diperlukan. Retribusi wisata yang masuk ke pendapatan daerah seharusnya bisa disisihkan sebagian untuk pembiayaan pengawasan tambahan saat libur panjang. Dengan begitu, pengawasan dapat ditingkatkan dan risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan,” tutupnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved