Penutupan Plengkung Gading
Sejarah Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya, Bagian Penting Sumbu Filosofi Yogyakarta
Begini sejarah, mitos, filosofi Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya, salah satu gerbang benteng Keraton Yogyakarta.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
Plengkung Gading terletak di antara Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta dan Panggung Krapyak.
Di atas plengkung terdapat pelataran yang dinamakan panggung.
Pintu gerbang benteng ini disebut Plengkung atau Gapura Panggung.
Masing-masing plengkung dilengkapi dengan dua gardu jaga dan empat buah “longkangan” sebagai tempat meriam.

Berikut lima plengkung yang mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta :
- Plengkung Tarunasura / Plengkung Wijilan di sebelah timur laut
- Plengkung Jagasura / Plengkung Ngasem di sebelah barat laut
- Plengkung Jagabaya / Plengkung Tamansari di sebelah barat
- Plengkung Nirbaya / Plengkung Gadhing di sebelah selatan
- Plengkung Madyasura / Plengkung Gondomanan / Plengkung Tambakbaya di sebelah timur
Hanya ada dua plengkung yang bentuk aslinya masih sama seperti sedia kala, yaitu Plengkung Gading dan Plengkung Wijilan.
Tak heran, kedua plengkung ini dikenal luas di kalangan masyarakat.
Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya menjadi istimewa karena dijadikan pintu keluar untuk membawa jenazah Raja Yogyakarta yang sudah wafat menuju Makam Raja di Imogiri, Bantu.
Konon, sultan yang masih hidup tidak diperbolehkan melewati lengkung di Plengkung Gading.
Pada 1986 lalu, Plengkung Gading sempat diperbaiki untuk menjaga bentuk asli.
Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya DIY, dahulu terdapat parit di sekeliling Keraton yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap serangan musuh.
Parit tersebut memiliki lebar hingga 10 meter dengan kedalaman 3 meter.
Namun pada tahun 1935 parit itu hilang dan kini sudah dijadikan sebagai jalan.
Sayang, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan bekas parit tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah jalan.
Selain parit, ada juga jembatan gantung pada setiap Plengkung yang berfungsi sebagai jalan untuk masuk ke dalam benteng dengan melewati parit.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.