Peringati HUT Ke-74 Kulon Progo, DPRD Soroti Terbaliknya Hubungan Masyarakat dan Pemerintah
DPRD) Kulon Progo menggelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Kulon Progo
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo menggelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Kulon Progo, Rabu (15/10/2025).
Rapat Paripurna semarak dengan penampilan para anggota DPRD dan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Sebab mereka mengenakan busana tradisional Kejawen Gagrak Ngayogyakarta.
Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin mengatakan HUT ke-74 menjadi momen yang wajib disyukuri.
"Kami sebagai generasi penerus pemimpin terdahulu harus melanjutkan perjuangan mereka," kata Aris usai Rapat Paripurna.
Meski begitu, ia turut menyoroti fenomena yang terjadi saat ini. Khususnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat, yang disebutnya mulai terbalik.
Baca juga: Parkir Gedung Dewan Sesak, Pemkot Yogya Usulkan Pembelian Lahan Baru untuk Perluasan
Sebab saat ini Aris melihat masyarakat saat ini lebih sibuk memikirkan kinerja para pemimpinnya. Padahal, ia menilai justru para pejabat pemerintah yang harusnya lebih memikirkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Sebab yang terjadi sekarang ya seperti itu, maka harus diluruskan," ujarnya.
Pada momen HUT ke-74 Kulon Progo, Aris menyatakan DPRD siap menguatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Terutama dalam memajukan pembangunan daerah.
Sebab hingga saat ini masih banyak permasalahan yang harus dibenahi. Mulai dari sektor infrastruktur hingga kesejahteraan sosial masyarakat.
"Kami siap berkolaborasi dengan Pemkab sesuai dengan tugas dan fungsi kami," jelasnya.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko pun mengakui bahwa masih banyak tantangan dan hal penting yang perlu disampaikan. Hal itu ia sampaikan saat pidato di Rapat Paripurna DPRD.
Pihaknya pun akan berupaya menuntaskan berbagai permasalahan dengan menjadikannya sebagai program prioritas pembangunan. Pada sisi lain, ia juga menyebut deretan prestasi yang berhasil diraih Kulon Progo berkat program pembangunan yang telah berjalan.
"Banyak prestasi dan kemajuan yang telah diraih, namun masih banyak tantangan yang perlu dituntaskan untuk mencapai kejayaan sesuai cita-cita seluruh masyarakat Kulon Progo," kata Ambar.(alx)
| 300an Guru Status JLOP Kulon Progo Belum Terima Honor Sejak Januari, Pemkab Bingung Skema Penggajian |
|
|---|
| Jumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat di Lendah 840 Orang, 25 Persennya Berasal dari Kulon Progo |
|
|---|
| Progres Sekolah Rakyat di Kulon Progo Lambat, Menko AHY Minta Pembangunan Dipercepat |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Belum Tentukan Skema WFH, Terkendala Atur Presensi Hingga Kinerja |
|
|---|
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peringati-HUT-Ke-74-Kulon-Progo-DPRD-Soroti-Terbaliknya-Hubungan-Masyarakat-dan-Pemerintah.jpg)