Gunung Merapi dan Gumuk Pasir Parangtritis Kian Kritis, Kraton Jogja Ingin Tata Kembali

Penataan dilakukan dengan perluasan penanaman pohon di utara untuk merawat air dan menjaga ekosistem di dalamnya.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/Neti Rukmana
Suasana Gumuk Pasir Kabupaten Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kawasan Gunung Merapi dan gumuk pasir Parangkusumo di kawasan Parangtritis kondisinya dinilai sudah semakin kritis.

Keraton Yogyakarta pun berencana menata dua kawasan yang menjadi sumbu filosofis tersebut.

Penataan dilakukan dengan perluasan penanaman pohon di utara untuk merawat air dan menjaga ekosistem di dalamnya.

Pemulihan di utara dinilai berdampak baik atau terhubung dengan kondisi di pantai selatan. 

Putri Sulung Raja Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi, mengatakan penataan kembali dua kawasan tersebut penting dilakukan.

Sebab, setiap tahun Keraton menggelar upacara adat tradisi labuhan ke gunung Merapi dan ke Parangtritis atau Parangkusumo.

Namun dua tempat tersebut kondisinya sekarang semakin rusak. Oleh sebab itu, saat ini mulai proses penataan kembali.

Apalagi di Parangkusumo terdapat barchan atau gumuk pasir yang hanya ada dua di dunia.

Luas asli gumuk pasir di Parangkusumo tersebut sekira 400an hektar tetapi saat ini semakin menyusut. 

"Di Parangtritis itu aslinya ada 400-an hektar untuk gemuk pasir tersebut. Tapi kemudian ada keputusan dari Gubernur bahwa wilayah gumuk pasir ada di 114 hektar. Tapi kenyataan sekarang hanya ada 17 hektar," kata GKR Mangkubumi, saat kegiatan penanaman pohon di Nawang Jagad, Kaliurang, Senin (20/1/2025). 

Baca juga: UIC College Gandeng Keraton Yogyakarta Kenalkan Budaya ke Generasi Muda

Pihaknya mengaku sedang mempelajari, mengapa kondisinya semakin menyempit, belum lagi barchan atau gundukan pasir di gumuk pasir juga kini jarang sekali muncul.

Ia menduga hal tersebut ada kaitannya dengan jumlah pasir yang terus berkurang di lereng Gunung Merapi

Berkurangnya suplai pasir menyebabkan barchan di Parangkusumo sulit terbentuk. 

"Makanya kami ingin sekali bercita-cita dan punya harapan untuk gunung merapi itu kembali gunung, seperti yang disampaikan oleh Ngarso Dalem, agar jika gunung merapi itu penuh dengan pasir maka Barchan yang ada di Parangtritis itu bisa terbentuk dengan baik," kata Mangkubumi. 

"Makanya kita sedang penataan di dua lokasi itu," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved