Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Diperkirakan Baru Berjalan Bulan Depan, Ini Alasannya

Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan baru bisa berjalan pada Februari 2025 mendatang.

Dok. Istimewa
Para siswa SDN Nglindur Gunungkidul dengan boks makan siang di depannya dalam pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis, Kamis (12/12/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan baru bisa berjalan pada Februari 2025 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan saat dikonfirmasi pada Minggu (19/1/2025).

"Saat ini, masih ada pembenahan minor di dapur dan pengerjaan pengaspalan jalan, serta pembuatan jalan masuk ke dapur. Harapannya pada akhir Januari selesai sehingga pada  Februari bisa beroperasional,"ujarnya.

Pihaknya harus memastikan ketika progam MBG berjalan tentunya dari sisi perlengkapan sarana dan prasarana, tenaga kerja, hingga administrasi harus benar-benar siap sesuai dengan SOP.

"Kalau semuanya sudah clear, baru nanti Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa dapur siap beroperasional,"ungkapnya.

Dia menerangkan nantinya pengolahan makanan untuk program MBG akan dilakukan seluruhnya di dapur sehat.

Di mana, untuk bahan dan barang yang diperlukan akan menggandeng dari potensi lokal yakni Kabupaten Gunungkidul.

"Untuk yang akan menggandeng adalah yayasan yang ditunjuk dari BGN, kami hanya pendampingan. Yang pasti harapannya potensi yang ada di wilayah dapat digandeng untuk  penyiapan bahan,"ujarnya.

Baca juga: Disdik Gunungkidul Larang Guru Sekolah Jadi Petugas Program Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya 

Sementara itu, saat ditanya apakah sudah ada daftar menu yang akan disajikan saat progam MBG berjalan, pihaknya menyebut untuk daftar menu seluruhnya disusun oleh tim SPPG.

"Untuk  yang  mengatur menu nantinya langsung dari Kepala SPPG didampingi ahli gizi,"urainya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, membernarkan bahwa pelaksanaan program MBG belum bisa dilakukan pada esok hari, Senin (20/1/2025), sebab dapur sehat masih dalam renovasi.

"Besok, belum digelar. Informasi yang kami dapat dapur sehat belum jadi,"ungkap.

Nunuk mengatakan pada awal tahun ini program MBG akan menyasar sebanyak 3.100 siswa dari empat sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project.

Adapun keempat sekolah tersebut yakni SDN 1 Wonosari, SMP 1 Wonosari, SMA 1 Wonosari dan SMK 3 Wonosari. 

"Kalau data yang diminta dari kami baik jumlah siswa laki-laki maupun perempuan dari sekolah pilot project progam MBG ini sudah selesai, termasuk daftar apakah ada alergi makanan pada anak,"tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved