Sebanyak 385 ASN Bantul Pensiun di 2025, Ini Rencana Badan Kepegawaian

Setelah proses CPNS dan PPPK tahun 2024 selesai, pihaknya baru akan melakukan perhitungan kebutuhan ASN Bumi Projotamansari.

Tayang:
BKN
ILUSTRASI PNS 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul mencatat jumlah pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemakab) Bantul pada tahun 2025 mencapai 385 ASN.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bantul, Isa Budihartomo, mengatakan, jumlah pensiunan itu cenderung rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 413 ASN.

"Lalu, pada tahun ini (2025), tidak ada eselon II atau jabatan tinggi pertama yang pensiun. Sedangkan pada tahun lalu ada enam eselon II yang pensiun," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2025).

Dikatakannya, enam jabatan eselon II yang pensiun tahun 2024 lalu terdiri atas Staf Ahli 1 Pemkab Bantul; Asisten 1 Pemkab Bantul; Inspektorat Kabupaten Bantul;

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul;

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul; serta Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul.

"Nah, sekarang kami belum menyusun rencana pengisian kekosongan ASN dikarenakan pensiun 2025," ucap Isa.

Pasalnya, kini, pihaknya tengah menuntaskan pengisian kekosongan posisi ASN 2024 melalui penyelenggaraan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian (PPPK) pengadaan 2024.

"Karena, pengadaannya untuk posisi PPPK periode dua tahun 2024 belum rampung. Sekarang kan, PPPK periode dua masih masuk proses pendaftaran. Jadi, kami tuntaskan itu dulu," tutur dia.

Setelah proses CPNS dan PPPK tahun 2024 selesai, pihaknya baru akan melakukan perhitungan kebutuhan ASN Bumi Projotamansari. Di mana, data kebutuhan itu akan diambil dari posisi lowongan CPNS dan PPPK tahun 2024 yang masih kosong kemudian ditambah dengan data ASN yang pensiun pada tahun 2025. 

"Dan untuk mendata pengisian jabatan ASN yang kosong itu kan perlu pencermatan. Jadi, ada analisisnya lagi. Ya mudah-mudahan pelaksanaan CPNS dan PPPK pengadaan 2024 ini selesai tepat waktu, agar kami bisa menyusun lagi kebutuhan untuk 2025," tandasnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved