MK Hapus Presidential Threshold, Pakar UGM Berharap Pilpres Kelak Lebih Demokratis
Putusan MK ini diharapkan dapat mengarah pada proses pemilihan presiden yang lebih demokratis.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Dari sisi penyelenggara, yaitu pemerintah, biayanya kemungkinan sama dengan tahun sebelumnya.
Hanya saja, Yance menggarisbawahi, biaya yang harus dikeluarkan oleh seluruh calon akan menjadi jauh lebih besar.
Dengan banyaknya calon presiden, kontestan dituntut untuk menemukan cara-cara yang lebih efisien dalam mengumpulkan suara.
“Biaya mereka untuk kampanye kalau diakumulasi kan jauh lebih besar,” ujar Yance.
Putusan MK ini diharapkan dapat mengarah pada proses pemilihan presiden yang lebih demokratis.
Yance menilai bahwa kemerosotan demokrasi menjadi fenomena global saat ini.
Di banyak negara, institusi-institusi demokrasi dirusak oleh orang-orang yang terpilih secara demokratis.
Dalam hal ini, Yance menyinggung terkait terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat dan Bongbong Marcos di Filipina.
Ia menilai putusan MK ini dapat memperlambat, bahkan memulihkan proses regresi demokrasi yang terjadi di Indonesia.
“Putusan MK ini adalah suatu oase, harapan untuk kita, agar kemerosotan demokrasi yang terjadi di negara kita tidak menjadi makin parah,” tutur Yance.
Yance mendesak DPR dan pemerintah sudah menyiapkan perubahan Undang-Undang Pemilu tahun 2029 pasca adanya putusan MK tersebut.
Yance berharap perubahan ini dapat menjadi referensi utama bagi DPR dan pemerintah dalam melakukan penataan untuk pemilu lima tahun ke depan.
“Saya berharap ada proses yang lebih terbuka dan partisipatif dalam proses perubahan undang-undang terkait dengan pemilu dan partai politik ke depannya,” pungkas Yance. (Ard)
| Pakar Geopolitik UGM soal Prabowo Jadi Mediator: Syarat Harus Netral, Indonesia Sudah Masuk BoP |
|
|---|
| Perluasan MBG Dikebut, Kesiapan Layanan Primer dan Keamanan Pangan Masih Jadi PR |
|
|---|
| Pakar UGM Soroti Lemahnya Akses Lokasi Bencana di Aceh: Rencana Kontinjensi Pemerintah Belum Efektif |
|
|---|
| Varian Superflu: Pakar UGM Ingatkan Risiko Fatal bagi Kelompok Rentan |
|
|---|
| Kepala Daerah Jarang di Wilayah yang Dipimpin, Pakar UGM Soroti Turunnya Efektivitas Pemerintahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemilu-2024-Resmi-Gunakan-Sistem-Proporsional-Terbuka.jpg)