Hari Keempat Pencarian Korban Kapal Terbalik di Congot, SAR Terjunkan 3 Perahu

Pencarian hari keempat ini menerjunkan 6 SRU seperti sehari sebelumnya. Penyisiran akan dilakukan dari darat dan laut.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok Basarnas Yogyakarta
Petugas SAR gabungan bersiap menurunkan perahu untuk melakukan melaksanakan pencarian terhadap Aan Anugrah Budi Setya, nelayan Pantai Congot yang hilang terseret ombak pada Sabtu (4/1/2025) lalu. 

 TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Proses pencarian Aan Anugrah Budi Setya, anak buah kapal (ABK) perahu jukung Gerbang Segoro 01 yang hilang tergulung ombak sejak Sabtu (4/1/2025) lalu dilanjukan pada Selasa (7/1/2025) hari ini.

Pencarian hari keempat ini menerjunkan 6 SRU seperti sehari sebelumnya. Penyisiran akan dilakukan dari darat dan laut.

Untuk SRU 1, tim akan melakukan penyisiran melalui laut dari lokasi kejadian ke arah timur sejauh 6,5 kilometer.

Lalu SRU 2 akan melakukan penyisiran dari laut menggunakan perahu jukung dari Pantai Glagah ke arah timur sejauh 3,5 kilometer dan ke arah barat sejauh 3,5 kilometer.

Untuk SRU 3, tim akan melakukan penyisiran menggunakan perahu jukung dari Pantai Trisil ke arah timur sejauh 3,5 kilometer dan ke arah barat sejauh 3,5 kilometer.

Kemudian SRU 4 akan menggunakan Beach Patrol untuk penyisiran melalui darat dari lokasi kejadian ke arah timur sejauh 2,5 kilometer.

Dan SRU 5 akan melakukan penyisiran di darat menggunakan ATV dari lokasi kejadian ke arah timur sejauh 2,5 kilometer.

Serta SRU 6 melaksanakan pencarian dari darat dengan penyisiran dari lokasi kejadian ke arah timur sejauh 2 kilometer.

Kronologi kejadian Kordinator Pos Basarnas Kulonprogo Seto Satrio mengatakan kecelakaan laut yang menyebabkan satu orang tewas dan satu orang hilang ini bermula saat perahu jukung Gerbang Segoro 01 yang dinahkodai Mareta Ryan Afandi dan ABK Aan Anugrah Budi Setya melaut pada Sabtu (4/1/2025) pagi.

Setelah selesai mencari ikan, keduanya hendak menepi.

Saat itu perahu sudah mengarah ke tepi, namun tiba-tiba muncul ombak besar yang menyebabkan perahu terbalik.

Kedua nelayan pun terjatuh ke laut.

" Sekitar pukul 10.00 Wib perahu " Gerbang Segoro 01 " hendak kembali / menepi namun di hantam ombak besar dari belakang yang mengakibatkan kapal terbalik dan untuk kedua korban tercebur di laut,"katanya.

Seto mengungkapkan, kedua korban yang terjebur ke laut sempat memberikan isyarat pertolongan kepada warga dan nelayan lainnya.

Petugas yang menggunakan perahu langsung mendekati korban dan berhasil menolong Mareta Ryan.

Sementara korban Aan langsung hilang tersapu ombak

" Korban langsung dilarikan ke rumah sakit  Rizky Amalia Temon. Korban Mareta Ryan Afandi terdapat luka Robek di pelipis kanan dan dinyatakan meninggal oleh medis,"jelasnya.

SAR kemudian melakukan pencarian terhadap korban Aan yang hingga saat ini belum ditemukan. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved