Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Selatan Kulon Progo, 3 Nelayan Berhasil Selamat
Menurut Aris, mereka nekat melaut karena sudah beberapa hari tidak menangkap ikan akibat gelombang laut tinggi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Tiga nelayan berhasil selamat setelah perahu mereka terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di perairan selatan Kulon Progo.
- Tiga nelayan itu semula nekat melaut setelah beberapa hari tidak bisa mencari ikan karena peringatan cuaca ekstrem.
- BMKG telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga 18 Januari 2025.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebuah perahu nelayan dilaporkan terbalik akibat dihantam ombak laut tinggi di perairan selatan Kulon Progo, Jumat (16/01/2026). Beruntung nelayan yang berada di dalam perahu tersebut berhasil selamat.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menyampaikan kecelakaan (laka) laut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
"Laka laut terjadi di lepas Pantai Bugel, Kapanewon Panjatan," kata Aris pada wartawan.
Nekat melaut
Perahu dengan nama lambung Gerbang Segoro 4 tersebut dikendarai oleh 3 nelayan di mana 1 sebagai nahkoda dan 2 lainnya sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Mereka disebut nekat melaut saat gelombang tinggi.
Menurut Aris, mereka nekat melaut karena sudah beberapa hari tidak menangkap ikan akibat gelombang laut tinggi. Mereka pun berusaha menerjang ombak untuk bisa masuk ke laut lepas.
"Awalnya perahu berhasil menerjang beberapa ombak, namun saat akan menerjang ombak terakhir mesinnya tiba-tiba mati," ujarnya.
Ombak besar menghantam
Pada saat bersamaan, ombak besar langsung menerjang perahu tersebut hingga terbalik. Aris memperkirakan tinggi gelombang yang menghantam perahu mencapai 3 sampai 4 meter.
3 nelayan di dalam perahu pun langsung jatuh ke laut. Mereka langsung berenang menuju tepi pantai dan berhasil selamat dari kejadian tersebut.
"Perahu yang mereka kendarai mengalami kerusakan pada bagian sayap serta mesinnya," ungkap Aris.
Perahu tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke pesisir dalam kondisi utuh. Proses evakuasi melibatkan anggota SRI Wilayah V Kulon Progo dibantu para nelayan setempat.
Cuaca ekstrem
Aris mengatakan gelombang laut tinggi terjadi selama beberapa hari terakhir, disertai dengan hujan lebat. Kondisi itu menyebabkan nelayan absen melaut selama beberapa hari.
"Kami mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang tinggi," katanya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga 18 Januari 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan cuaca ekstrem terjadi karena adanya Bibit Siklon Tropis 95S di Samudra Hindia. Akibatnya, pertumbuhan awan meningkat dan bisa menyebabkan hujan dengan curah sedang hingga lebat.
"Potensi hujan ekstrem ini bisa terjadi fi seluruh wilayah DIY," katanya memberikan keterangan resmi.(alx)
| Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah |
|
|---|
| Muhammad Suryo Bangun Masjid di Temon Kulon Progo untuk Kenang Mendiang Istri |
|
|---|
| Jemaah Kulon Progo Dapat Subsidi Biaya Haji dari Pemerintah Pusat Akibat Kenaikan Harga Avtur |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Lepas 384 Calon Jemaah Haji 2026, Mayoritas Kelompok Usia Lanjut |
|
|---|
| DPRD DIY Soroti Polemik Perizinan Agro Wisata Durian di Banjaroyo Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perahu-Nelayan-Terbalik-Dihantam-Ombak-di-Perairan-Selatan-Kulon-Progo-3-Nelayan-Berhasil-Selamat.jpg)