Antisipasi Penyebaran PMK, Pasar Hewan Siyono Gunungkidul Disemprot Disinfektan 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Siyonoharjo Logandeng

Tribunjogja.com/ Ist
Petugas saat menyemprot los-los penjualan hewan ternak di Pasar Siyono, pada Jumat (3/1/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Siyonoharjo Logandeng, Playen, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pada Jumat (3/1/2025) 

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan penyemprotan disinfektan sebagai tindaklanjut atas temuan kasus PMK yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

"Beberapa hari belakang, temuan kasus PMK di Gunungkidul cukup banyak. Maka dari itu, kami ingin mengantisipasi penularan agar penularan tidak terjadi di  pasar hewan. Selain Pasar Hewan Siyono, kami juga akan melakukan hal serupa di pasar hewan yang lain secara bertahap,"ujarnya pada Jumat (3/1/2025).

Ia mengatakan penyemprotan disinfektan ini juga bertujuan agar para pembeli maupun penjual tidak khawatir akan kebersihan dari pasar sendiri.

Adapun, proses penyemprotan dilakukan sebanyak dua kali yakni sebelum pasar dibuka dan setelah pasar ditutup.

"Jadi, sebelum proses transaksi atau jual beli terjadi kondisi pasar harus sudah disterilkan dengan menyemprotkan disinfektan, begitupun setelah pasar tutup. Selain itu, hewan ternak yang akan masuk ke dalam pasar juga harus disemprot disinfektan,"paparnya.

Baca juga: Pemkab Bantul Catat Ada 11 Ekor Sapi yang Mati Terpapar PMK

Ia menambahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) untuk memastikan hewan ternak yang dijual di pasar dalam keadaan sehat.

"Kami sudah sampaikan ke dinas terkait agar dilakukan pengecekan kesehatan hewan sebelum diperjual belikan di pasar hewan, terlebih lagi ternak dari luar daerah,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan lalu lintas ternak melalui pasar hewan. 

"Kami akan lakukan pengetatan dengan memastikan hewan ternak yang dijual di pasar harus dalam kondisi sehat. Maka dari itu, kami menekankan pentingnya kerja sama dari para pedagang dalam menjaga kesehatan pasar hewan dengan tidak membawa sapi yang menunjukkan gejala PMK,"imbaunya.

Sementara itu, dari pendataan DPKH Gunungkidul penyakit PMK telah menjangkiti sapi-sapi di wilayah selama dua pekan terakhir, dengan total 415 sapi suspek PMK  dan 43 dilaporkan mati karena PMK. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved