Sejumlah Pedagang Teras Malioboro 2 Keberatan dengan Proses Relokasi, Ini Alasannya
Ketua Paguyuban Tri Dharma, Supriyati, menuturkan, pihaknya sama sekali tidak pernah diajak dialog terkait rencana hingga tahapan relokasi
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah pedagang Teras Malioboro 2 mengaku keberatan dengan proses relokasi menuju kawasan Beskalan dan Ketandan.
Sebab, mereka menilai proses yang berlangsung selama ini kurang transparan, termasuk saat pengundian untuk lapak di Ketandan pada 31 Desember 2024 lalu.
Ketua Paguyuban Tri Dharma, Supriyati, menuturkan, pihaknya sama sekali tidak pernah diajak dialog terkait rencana hingga tahapan relokasi.
Bahkan, pengundian pun dilakukan tanpa adanya pengawasan dan keterlibatan dari paguyuban yang menaungi pedagang Teras Malioboro 2.
"Anggota hanya disuguhkan lintingan nomor, kemudian diambil tapi tidak tahu tata letaknya. Kami merasakan, kok tidak dimanusiakan ya," katanya, di Kantor LBH Yogya, Kamis (2/1/2025).
Di samping itu, berdasar pengamatannya, lapak yang disediakan pemerintah di Ketandan belum sepenuhnya siap untuk menunjang aktivitas jual beli.
Sementara, para pedagang yang sudah mengambil undian, diminta melakukan proses pemindahan lapak ke lokasi baru pada 1-14 Januari 2025.
"Belum ada kelayakan untuk ditempati. Kemudian, tata letaknya seperti apa, (bentuk) lapaknya seperti apa, kita juga belum tahu," tandasnya.
Baca juga: Teras Malioboro 2 di Ketandan dan Beskalan Ditarget Rampung Pekan Ke-3 Desember, Peresmian Awal 2025
Ketua Koperasi Tri Dharma, Arif Usman, mengeluhkan skema pengundian yang dilakukan oleh UPT Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kota Yogya.
Pasalnya, ia menilai, pengundian tersebut tidak memenuhi prinsip keadilan bagi seluruh pedagang, karena terbagi dalam beberapa sesi.
"Ternyata, kemarin pada saat pengundian di tanggal 31 itu, teman-teman yang diajak untuk melakukan pengundian banyak yang kecewa," ujarnya.
Kekecewaan dilatarbelakangi oleh janji-janji yang sebelumnya dihembuskan oleh pemerintah, terkait lokasi lapak, tidak sepenuhnya terealisasi.
Ia sendiri, mengaku tidak mendapat undangan pengundian lapak yang melibatkan sekitar 400an dari total 800an anggota paguyuban.
"Pertama, tidak transparan. Yang kedua, harapan-harapan yang dijanjikan untuk dapat lantai satu dan strategis itu sirna, karena ternyata mereka dapatnya di lantai dua," katanya.
Menurutnya, pedagang sejarinya tidak keberatan untuk dipindahkan menuju lapak-lapak yang disediakan di kawasan Beskalan maupun Ketandan.
Pedagang Beras di Kota Yogya Diminta Daftar Aplikasi Klik SPHP |
![]() |
---|
Pemindahan Ribuan Pedagang Pasar Godean, Bupati Sleman: Tunggu Gedung Parkir Rampung! |
![]() |
---|
Respons Pedagang di Lapangan Pemda Sleman setelah Pemerintah Lakukan Penataan PKL |
![]() |
---|
Penataan PKL Lapangan Pemda Sleman, Pedagang Dilarang Jual Beli Lapak |
![]() |
---|
Pemkab Kulon Progo Siapkan Anggaran Besar untuk Infrastruktur di 2026, Termasuk Penataan Wates |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.