9,4 juta Wisatawan Diperkirakan Datang ke DIY, Satpol PP DIY Tekankan Pengawasan Ekstra di Pantai

Semua pihak harus saling bekerja sama dan koordinasi selama pengamanan libur Nataru mulai 20 Desember 2024- 5 Januari 2025. 

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Sejumlah wisatawan sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Rabu (12/6/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menggelar Apel Siaga Satlinmas Rescue Istimewa Pengamanan Libur Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Selasa (17/12/2024). 

Apel yang dilaksanakan di Lapangan Gelora, Harjobinangun, Pakem, Sleman tersebut dihadiri oleh 200 peserta, terdiri dari Polairud, Lanal AL, Basarnas, Satlinmas Rescue Istimewa Korwil I - VIII, TRC BPBD DIY, hingga SARDA. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Noviar Rahmad mengatakan jumlah kunjungan wisatawan pada periode Nataru 2024/2025 diperkirakan mencapai 9,4 juta orang.

Sehingga, semua pihak harus saling bekerja sama dan koordinasi selama pengamanan libur Nataru mulai 20 Desember 2024- 5 Januari 2025. 

“Semua pihak perlu bekerja sama dan saling berkoordinasi dalam melaksanakan tugas pengamanan wisatawan, dengan target zero accident,” katanya dalam amanat sebagai pembina apel. 

Ia menekankan pentingnya pengawasan ekstra, terutama di wilayah pantai-pantai di Bantul. Hal itu karena pantai di Bantul masih menjadi primadona destinasi wisata laut. 

“Kemudian karena adanya paling di Pantai Parangtritis yang sering diabaikan wisatawan, sehingga menimbulkan korban. Karakteristik pantai selatan berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Baca juga: Pemkab Bantul Bakal Beri Sanksi Tegas bagi Warga yang Jual Maupun Menyalakan Petasan di Momen Nataru

Sepanjang tahun 2024, Satlinmas Rescue Istimewa telah melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban laka laut sebanyak 131 orang.

Sebanyak 116 korban berhasil diselamatkan, 13 korban ditemukan meninggal dunia, dan 2 korban dinyatakan hilang dan tidak dapat ditemukan. 

Selain itu, Noviar juga meminta seluruh pihak untuk mewaspadai cuaca ekstrem di DIY.

Pasalnya saat ini DIY tengah di fase siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sehingga berpotensi terjadinya pohon tumbang, banjir dan angin kencang. 

“Seluruh personel juga perlu menjaga kesehatan masing-masing agar dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan lancar dan maksimal,” pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved