Warawaditra, Simfoni Kasih Ibu Nan Syahdu di Kraton Yogyakarta
Kraton Yogyakarta menyuguhkan konser istimewa bertajuk Warawaditra – Women Orchestra Concert pada Sabtu malam (14/12/2024).
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kraton Yogyakarta menyuguhkan konser istimewa bertajuk Warawaditra – Women Orchestra Concert pada Sabtu malam (14/12/2024).
Lagu Kasih Ibu menjadi pembuka yang menggugah perasaan, dibawakan dengan penuh harmoni oleh Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) dan Yogyakarta Royal Choir.
Perpaduan musik orkestra dengan paduan suara ini menggambarkan kasih ibu yang abadi dan tak terbatas.
Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama GKR Hemas, duduk di barisan utama menikmati penampilan megah tersebut.
Mereka turut didampingi putri bungsunya, GKR Bendara, beserta KPH Notonegoro, yang juga merupakan Penghageng Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta.
Ribuan penonton turut hadir menyaksikan konser ini, menjadikannya momen yang penuh kenangan dan emosi.
Konser Warawaditra dirancang sebagai persembahan spesial untuk menyambut Hari Ibu pada 22 Desember.
Selain menjadi konser penutup YRO di tahun 2024, acara ini juga mencerminkan penghargaan terhadap perempuan, khususnya ibu.
Dengan dominasi musisi perempuan, konser ini menyajikan sembilan repertoar ikonik, seperti Kasih Ibu, Ibu Pertiwi, Lir Ilir, hingga Padhang Bulan.
Lagu-lagu ini membangkitkan semangat perjuangan dan menggambarkan peran perempuan dalam kehidupan.
Baca juga: Dinkes DIY Minta Warga Waspadai Penularan Penyakit Musiman Selama Musim Penghujan
Konser ini dipimpin oleh konduktor Mg. Elok Shinta Meilina Agus, dengan dukungan arranger dan music director MP. Widyouitnowaditro.
Beberapa solois perempuan turut memukau panggung, seperti solo violin oleh Riana Heath, solo flute oleh Nyi MJ. Rasmiwaditro, dan vokal soprano Viktoria Friski Lestari.
Penampilan istimewa juga ditunjukkan oleh Cokekan Putri Kawedanan Kridhamardawa.
Gelaran ini tidak hanya menyajikan musik orkestra, tetapi juga memadukan elemen budaya Jawa.
Lagu-lagu tradisional seperti Yen Ing Tawang Ana Lintang dan Jenang Gula menggema di ruangan, membawa penonton pada suasana penuh nostalgia dan kebanggaan.
| HUT ke-80 Sri Sultan HB X: Dari Hasil Bumi hingga UMKM, Glondong Pangarem-arem Dibagi ke Penjuru DIY |
|
|---|
| Prosesi Labuhan Merapi, Ritual Budaya Sekaligus Daya Tarik Wisata di Sleman |
|
|---|
| Event Jogja September, Pameran Pangastho Aji 2025: Kisah Sultan HB VIII |
|
|---|
| Momen Sri Sultan HB X 'Jejak Banon' di Hajad Dalem Sekaten Tahun Dal |
|
|---|
| Kraton Yogyakarta Serahkan Empat Serat Kekancingan ke PT KAI untuk Penggunaan Tanah Kasultanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warawaditra-Simfoni-Kasih-Ibu-Nan-Syahdu-di-Kraton-Yogyakarta.jpg)